HOS Tjokroaminoto: Guru bangsa yang menyalakan api perjuangan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 29 April 2025 | 17:36 WIB
HOS Tjokroaminoto bersama para anggota Sarekat Islam (Instagram.com/@hos_tjokroaminoto)
HOS Tjokroaminoto bersama para anggota Sarekat Islam (Instagram.com/@hos_tjokroaminoto)

Baca Juga: Bupati Subang hadiri Rakor eksklusif bersama Gubernur Dedi Mulyadi: Apa yang dibahas?

Tak hanya Soekarno, banyak tokoh besar Indonesia lainnya pernah belajar, berdiskusi, bahkan tinggal di rumah Tjokroaminoto.

Ia bukan hanya mengajarkan strategi politik, tetapi juga membentuk karakter dan mentalitas pemimpin masa depan.

Ia sering mengingatkan murid-muridnya dengan kalimat sederhana tapi tajam:

"Jika kalian ingin menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator."

Baca Juga: Usai ditinggal Bunda Iffet, Bimbim Slank ungkap nasib program rehabilitasi narkoba untuk anak-anak yang digagas mendiang

Pemikiran yang mendahului zamannya

Dalam setiap pidato dan tulisannya, Tjokroaminoto membela gagasan tentang kemerdekaan, keadilan sosial, dan pendidikan untuk semua.

Ia melihat bahwa penjajahan bukan hanya soal kekuasaan politik, tapi juga penjajahan pikiran.

Karena itu, membangun kesadaran rakyat melalui pendidikan menjadi misi besarnya.

Ia menolak segala bentuk diskriminasi, baik ras, agama, maupun status sosial.

Baca Juga: Bukan ingin wisuda, remaja ini pernah bikin Dedi Mulyadi rela belikan sepatu hingga tas baru untuk sekolah

Pandangan ini membuat Sarekat Islam di masanya menjadi gerakan rakyat yang begitu masif dan kuat.

Warisan yang tak pernah padam

HOS Tjokroaminoto meninggal dunia pada 17 Desember 1934. Ia tak sempat melihat bendera Merah Putih dikibarkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X