"Klinik-klinik perawatan kesehatan, rumah-rumah piatu, panti asuhan, di samping beberapa ribu sekolah menjadikan Muhammadiyah sebagai lembaga non-Kristen dalam bidang kemasyarakatan, pendidikan, dan keagamaan swasta yang utama di Indonesia. Aisyiah, organisasi wanitanya, mungkin merupakan pergerakan wanita Islam yang terbesar di dunia. Pendek kata Muhammadiyah merupakan suatu organisasi yang utama dan terkuat di negara terbesar kelima di dunia.” tambahnya.
Selain dua tokoh tersebut, pada buku ini Haedar juga mengutip banyak lagi pendapat dan hasil penelitian ilmuwan dunia terkait kiprah dan sepak terjang Muhammadiyah sekaligus apresiasi atas cara berpikir Muhammadiyah yang tidak lain meneguhkan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan Islam berkemajuan.
Selain memuat berbagai tanggapan, dan apresiasi yang dari peneliti dari luar negeri. Dalam buku ini sekaligus juga, menguatkan dokumen resmi Persyarikatan hasil Muktamar 48 Surakarta tentang Risalah Islam Berkemajuan.***
Artikel Terkait
Ketua PP Muhammadiyah berikan pesan inspiratif bagi ratusan calon sarjana UM Bandung, ini hal penting yang disampaikan
Pimpinan Pusat Muhammadiyah sampaikan selamat kepada Presiden Prabowo dan Wapres Gibran
Universitas Muhammadiyah Jakarta gelar Sidang Terbuka Senat, dorong lulusan jadi pelopor demokrasi berbasis Islam
Universitas Muhammadiyah Jakarta jadi tuan rumah Konferensi Penyiaran Indonesia 2024
Ikuti program 'Cultural and Educational Visit', 71 Siswa dan 7 Guru SMP Muhammadiyah 8 Bandung berangkat ke Singapura, Malaysia dan Thailand
Hadirkan dua cendekiawan Muhammadiyah, MAARIF Institute for Culture and Humanity bekerjasama dengan JIMM dan LKKS gelar MAARIF House ke 6
Resmikan Gedung Zam-Zam RS PKU Muhammadiyah Temanggung, Haedar: Wujud nyata kontribusi Muhammadiyah untuk layanan kesehatan