GENMILENIAL.ID - MAARIF House (MH) kembali digelar dengan mengangkat tema 'Muhammadiyah Studies dalam Lintas Disiplin' di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta pada 22 November 2024.
MAARIF House edisi#6 kali ini menghadirkan dua cendekiawan Muhammadiyah yaitu Fajar Riza Ul Haq dan Ahmad Fuad Fanani.
Kedua cendekiawan ini membahas Muhammadiyah dalam lingkup studi akademik dari dua perspektif yang berbeda, perspektif mitigasi kebencanaan dan perspektif genealogi pemikiran progresif Muhammadiyah.
Baca Juga: UMAM intensifkan promosi program PhD di ajang Convocation ke-62 Universitas Sains Malaysia
Pengangkatan dua perspektif tersebut terinspirasi dari topik disertasi doktoral yang berhasil dipertahankan oleh dua cendekiawan ini.
Fajar Riza Ul Haq dengan tema 'Dinamika Followership dan Political Partisanship Muhammadiyah dalam Merespon Kebijakan Covid-19 di DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Sumatera Barat'.
Selanjutnya Ahmad Fuad Fanani dengan tema 'Progressivism in a Conservative Milieu: The Rise of Progressives within Muhammadiyah, 1995-2020'.
Selain mendiskusikan dua perspektif ini, kedua narasumber juga mengemukakan pandangan masing-masing tentang kondisi, peta, aktivisme, dan masa depan para aktivis Muhammadiyah serta kiprah mereka di berbagai sektor kehidupan.
Baca Juga: Sustainability bond Bank BJB banjir peminat, oversubscribed hampir 5 kali lipat
Selain itu di hadapan para partisipan yang didominasi oleh para aktivis muda Muhammadiyah, para narasumber juga menceritakan pengalaman perjalanan hidup mereka hingga kini sukses berkiprah dalam kancah dunia akademik dan perpolitikan nasional.
Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Andar Nubowo membuka acara dengan menekankan juga bahwa MAARIF House #6 merupakan bentuk tasyakuran atas kiprah MAARIF Institute yang telah melahirkan kader unggul yang saat ini banyak terlibat di pemerintahan yang baru.
“Kader MAARIF Institute tidak hanya fokus pada urusan teknis, tetapi juga dilatih untuk mengabdi kepada umat dengan pendekatan keilmuan,” ungkap Andar.
Ia menambahkan, acara ini sekaligus menjadi ajang refleksi atas peran Muhammadiyah sebagai organisasi yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga terus beradaptasi terhadap perubahan zaman.
Artikel Terkait
MPM PP Muhammadiyah kenalkan budaya batik dan makanan halal menyehatkan kepada kelompok rentan
Perayaan Milad ke-112, PD Muhammadiyah Kota Metro, Provinsi Lampung resmikan edupark dan terima wakaf tanah 6,3 hektar
Pimpinan Pusat Muhammadiyah sampaikan selamat kepada Presiden Prabowo dan Wapres Gibran
Universitas Muhammadiyah Jakarta gelar Sidang Terbuka Senat, dorong lulusan jadi pelopor demokrasi berbasis Islam
Universitas Muhammadiyah Jakarta jadi tuan rumah Konferensi Penyiaran Indonesia 2024
PW Muhammadiyah Jawa Barat dan Lazismu lakukan kolaborasi rekontruksi SMP 3 Muhammadiyah Kertasari
Ikuti program 'Cultural and Educational Visit', 71 Siswa dan 7 Guru SMP Muhammadiyah 8 Bandung berangkat ke Singapura, Malaysia dan Thailand