“Melalui Researcher Pool ICCN, kami ingin membangun komunitas peneliti yang kuat dan berkontribusi dalam pengembangan kota atau kabupaten kreatif Indonesia,” kata Anggrean.
Buka pendaftaran hingga April 2026
Program ini membuka pendaftaran mulai 18 Maret hingga 26 April 2026. Setelah itu akan dilanjutkan dengan proses kurasi, onboarding, hingga tahap diseminasi hasil riset pada Mei 2026.
ICCN juga mendorong partisipasi aktif akademisi untuk memanfaatkan peluang ini sebagai ruang kontribusi nyata dalam pembangunan berbasis pengetahuan.
“Jangan lewatkan kesempatan ini untuk berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan kota kreatif Indonesia,” ujarnya.
Siapkan jurnal ekonomi kreatif
Dalam kesempatan yang sama, Deputi 3 ICCN, Amar Alfabet, mengungkapkan rencana peluncuran jurnal khusus yang akan menjadi wadah publikasi ilmiah terkait kota kreatif dan ekonomi kreatif.
“Sebagai bentuk komitmen, kami juga akan membuat Jurnal Kota dan Ekonomi Kreatif untuk mewadahi basis keilmuan dari ICCN,” katanya.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset sekaligus memperkaya referensi ilmiah dalam pengembangan kota kreatif di Indonesia.***
Artikel Terkait
DPRD Subang sahkan perubahan perangkat daerah, Kang Rey soroti pentingnya riset dan layanan pemadam mandiri
ICCN umumkan Tim Korda 38 provinsi, perkuat orkestrasi ekosistem ekonomi kreatif nasional
ICCN perkuat sinergi dengan Kementerian Ekraf, usung AI dan kompas kota kreatif untuk akselerasi nasional
ICCN dampingi Ternate Youth Planner 2026, dorong kota rempah jadi gerbang gastronomi dunia
Promedia Group teken MoU dengan ICCN untuk perkuat kemandirian ekonomi kreatif di Indonesia
ICCN luncurkan E-Book retrospektif kota kreatif, dokumentasikan perjalanan kota kreatif di Indonesia
ICCN buka open call pengembangan IP kreatif, peluang kolaborasi untuk ekosistem kota kreatif