ICCN buka kolaborasi riset nasional, targetkan basis data kota kreatif Indonesia lebih kuat

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 19 Maret 2026 | 23:59 WIB
Ilustrasi - kolaborasi riset akademisi dan peneliti dalam pengembangan kota kreatif berbasis data untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia (Dok. ICCN)
Ilustrasi - kolaborasi riset akademisi dan peneliti dalam pengembangan kota kreatif berbasis data untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia (Dok. ICCN)

GENMILENIAL.ID - Indonesia Creative Cities Network (ICCN) membuka peluang kolaborasi riset bagi akademisi dan peneliti guna memperkuat pengembangan kota dan kabupaten kreatif di Indonesia berbasis data dan pengetahuan.

Program bertajuk Researcher Pool ICCN ini menyasar dosen, mahasiswa pascasarjana, pusat studi, hingga praktisi riset untuk terlibat dalam penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kota.

Sekretaris Deputi 3 Data, Penelitian dan Indeks Kreatif ICCN, Anggrean Renozonarca menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam pengembangan kota kreatif.

Baca Juga: Bupati Subang tekankan peran strategis pers jelang lebaran, sinergi jadi kunci jaga kepercayaan publik

“Pengembangan kota atau kabupaten kreatif membutuhkan pengetahuan yang kuat, data yang relevan, dan kolaborasi lintas disiplin,” ujarnya, Rabu, 18 Maret 2026.

Perkuat kebijakan berbasis data

Melalui program ini, hasil riset diharapkan mampu menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan serta pengembangan program kota kreatif yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Peneliti nantinya dapat berkontribusi dalam berbagai aspek, mulai dari pengembangan basis data kota kreatif, penyusunan indikator dan indeks, hingga riset kebijakan serta praktik terbaik di berbagai daerah.

Baca Juga: Arus mudik H-2 lebaran di Tol Cipali tembus 100 ribu kendaraan, lalu lintas ramai lancar

Selain itu, kerangka analisis yang digunakan akan mengacu pada UNESCO Creative Cities Framework sebagai standar global dalam pengembangan kota kreatif.

Cakupan riset beragam

ICCN membuka ruang penelitian di berbagai sektor ekonomi kreatif, seperti desain dan layanan kreatif, gastronomi, musik, literatur, seni rupa dan kriya, media audiovisual, ruang budaya, hingga ekosistem ekonomi kreatif.

Peserta juga dapat terlibat dalam berbagai bentuk kolaborasi, seperti riset bersama, penulisan jurnal ilmiah, penyusunan policy brief, pengembangan dataset, hingga kontribusi dalam Knowledge Library ICCN.

Baca Juga: Viral pemudik tertinggal di Rest Area KM 130 Tol Cipali, diantar polisi pakai moge kejar keluarga

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X