Belajar dari Swiss dan Jepang, Ferry Irwandi soroti bahaya gelondongan kayu pascabanjir Sumatera

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 23 Desember 2025 | 21:56 WIB
Menyoroti pernyataan influencer, Ferry Irwandi terkait gelondongan kayu yang terbawa arus banjir bandang di Sumatera (Instagram.com/@irwandiferry)
Menyoroti pernyataan influencer, Ferry Irwandi terkait gelondongan kayu yang terbawa arus banjir bandang di Sumatera (Instagram.com/@irwandiferry)

Selain pembersihan pascabencana, Ferry juga mendorong pemasangan penahan kayu di bagian hulu sungai.

“Pasang dulu wood debris barrier di hulu DAS, di Jepang disebut sabo dam, fungsinya air lewat, kayu ketahan,” jelasnya.

Tak hanya itu, Ferry mengusulkan agar kayu sisa banjir dimanfaatkan secara produktif melalui kolaborasi lintas sektor.

“BNPB sebagai komando, bikin standar teknis, BUMDes atau UMKM yang ngolah kayunya, sekalian ciptain nilai ekonomi lokal,” tandasnya.

Baca Juga: Subang raih juara II PKK desa terbaik Jabar di Hari Ibu ke-97, bukti perempuan desa makin berdaya

Pandangan Ferry Irwandi ini menjadi pengingat bahwa penanganan banjir tidak cukup hanya bersifat reaktif.

Tanpa pengelolaan puing kayu yang serius dan berbasis ilmu, ancaman kerusakan berulang akan terus membayangi wilayah rawan bencana di Sumatera.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X