Selain pembersihan pascabencana, Ferry juga mendorong pemasangan penahan kayu di bagian hulu sungai.
“Pasang dulu wood debris barrier di hulu DAS, di Jepang disebut sabo dam, fungsinya air lewat, kayu ketahan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Ferry mengusulkan agar kayu sisa banjir dimanfaatkan secara produktif melalui kolaborasi lintas sektor.
“BNPB sebagai komando, bikin standar teknis, BUMDes atau UMKM yang ngolah kayunya, sekalian ciptain nilai ekonomi lokal,” tandasnya.
Baca Juga: Subang raih juara II PKK desa terbaik Jabar di Hari Ibu ke-97, bukti perempuan desa makin berdaya
Pandangan Ferry Irwandi ini menjadi pengingat bahwa penanganan banjir tidak cukup hanya bersifat reaktif.
Tanpa pengelolaan puing kayu yang serius dan berbasis ilmu, ancaman kerusakan berulang akan terus membayangi wilayah rawan bencana di Sumatera.***
Artikel Terkait
Ferry Irwandi balas dipolisikan Hera Lubis dengan sindiran satir, singgung postingan yang dihapus
KUHAP baru tuai polemik: Frasa ‘keadaan mendesak’ dipersoalkan, Ferry Irwandi sarankan judicial review ke MK
Ferry Irwandi soroti vonis Ira Puspadewi: Alarm bahaya kriminalisasi keputusan bisnis BUMN
Cerita pilu Ferry Irwandi tembus daerah terisolir untuk salurkan bantuan bencana Sumatera
Kontroversi Ferry Irwandi vs Anggota DPR Endipat Wijaya soal aksi udunan warga Rp10 miliar untuk korban bencana Sumatera
Ferry Irwandi ungkap harapan baru warga Aceh Tengah, panen cabe bangkitkan ekonomi pascabencana
Ferry Irwandi ungkap fakta lapangan pascabencana Sumatera, salurkan donasi Rp10 miliar untuk korban