Menurut Thomas, kejadian ini menjadi pengingat bahwa 'lalu lintas' benda langit di sekitar bumi sangat padat, dan Indonesia bukan wilayah yang kebal dari fenomena semacam itu.
Antara takjub dan waspada
Bagi sebagian warga, cahaya merah yang melintas itu menimbulkan rasa takut sekaligus kagum.
Namun bagi ilmuwan, peristiwa seperti ini adalah laboratorium alami untuk mempelajari interaksi atmosfer dan energi benda langit.
Thomas menegaskan, BRIN masih terus mengumpulkan data tambahan, termasuk kemungkinan adanya fragmen meteor yang jatuh di wilayah tertentu.
“Fenomena seperti ini mengingatkan kita bahwa alam semesta di sekitar bumi sangat dinamis. Ada hal-hal yang bisa kita pelajari untuk memahami bumi dan langit secara lebih dalam,” ujarnya.***
Artikel Terkait
Nelayan Cirebon tak sengaja temukan harta karun Rp720 miliar dari kapal karam di Laut Jawa
Pertamina-Pindad luncurkan ILI UT, teknologi ultrasonik inspeksi pipa migas tanpa henti
Peneliti muda Indonesia temukan senyawa baru kendalikan diabetes
Ledakan misterius porak-poranda 13 rumah di Pamulang, warga panik duga meteor jatuh
Beda klaim fenomena ‘cahaya merah’ di langit Cirebon: BRIN sebut bola api, polisi pastikan bukan meteor
Fakta-fakta fenomena bola api di langit Cirebon yang diduga meteor jatuh di Laut Jawa
‘Bjorka’ ditangkap, data polisi justru bocor: Siapa dalang di balik topeng sang hacker?