Macan tutul Lembang Park Zoo diduga kembali ke habitat asli di Tangkuban Parahu, BBKSDA temukan jejak baru

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 18 September 2025 | 01:58 WIB
Ilustrasi - BBKSDA Jawa Barat ungkap ada sembilan ekor macan tutul yang tertangkap kamera di kawasan Hutan Lindung Tangkuban Parahu (Unsplash/aboeka)
Ilustrasi - BBKSDA Jawa Barat ungkap ada sembilan ekor macan tutul yang tertangkap kamera di kawasan Hutan Lindung Tangkuban Parahu (Unsplash/aboeka)

GENMILENIAL.ID – Pencarian seekor macan tutul yang kabur dari kandang karantina Lembang Park Zoo semakin mengerucut ke kawasan hutan lindung di kaki Gunung Tangkuban Parahu.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat memastikan lokasi tersebut merupakan habitat asli macan tutul Jawa, satwa endemik yang kini berstatus terancam punah.

Humas BBKSDA Jawa Barat, Eri Mildranaya, mengatakan penelitian sebelumnya telah mencatat keberadaan populasi macan tutul Jawa di kawasan itu.

Bahkan, sembilan ekor satwa berhasil tertangkap kamera pengintai dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Koalisi sipil kritik Menhan: TNI jaga DPR dinilai langgar UU dan intimidasi publik

“Perlu diketahui bahwa kaki Gunung Tangkuban Parahu merupakan habitat asli macan tutul. Berdasarkan penelitian, di kawasan itu sudah ada sembilan ekor yang tertangkap kamera,” jelas Eri dalam konferensi pers di Bandung, Senin 8 September 2025.

Sejumlah indikasi memperkuat dugaan bahwa satwa lepas dari kebun binatang itu kembali ke habitat alaminya.

Tim menemukan jejak kaki, laporan warga, serta hasil pemantauan drone thermal di sekitar jalur pergerakan yang menuju hutan lindung.

“Kami menyasar lokasi rumah-rumah warga dan kandang ternak di sekitar jalur pergerakan. Jejak terakhir ditemukan di gubuk dan lahan pertanian yang mengarah ke kawasan hutan lindung,” kata Eri.

Baca Juga: Dari medan perang ke meja kekuasaan: Menelusuri jejak Djamari Chaniago, Menko Polkam baru Kabinet Prabowo

Meski diyakini sudah masuk ke area konservasi, BBKSDA menegaskan upaya pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan pergerakan satwa tidak menimbulkan konflik dengan warga sekitar.

Masyarakat diimbau tetap tenang, menjaga jarak bila menemukan tanda keberadaan macan tutul, serta segera melapor kepada pihak berwenang.

“Fokus kami sekarang adalah pengawasan intensif di sekitar hutan lindung Tangkuban Parahu. Kehadiran satwa ini menandakan habitat masih terjaga, namun kewaspadaan masyarakat tetap penting,” pungkas Eri.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X