“NCM lebih mahal dan range lebih jauh. LFP lebih murah tapi range lebih pendek, meski akselerasi sama karena dimensi dan bobotnya juga sama,” jelasnya.
Perbandingan ini dianggap penting oleh banyak calon pembeli mobil listrik, terutama di tengah keterbatasan infrastruktur dan minimnya literasi soal teknologi EV di Indonesia.***
Artikel Terkait
Jangan takut mudik bawa mobil listrik, ada 500 unit lebih stasiun pengisian listrik sepanjang Tol Trans Jawa
Ramai dugaan pelat nomor mobil penabrak mahasiswa UGM diganti, polisi: Ada motif mengaburkan barang bukti
Mobil tak kunjung selesai diperbaiki, pengguna Ioniq 5 kritik Hyundai: Promosi gencar tapi after-sales mengecewakan
Xpeng G6: Janji manis mobil listrik CBU Rp599 juta, siapkah hadapi realitas pasar Indonesia?
Insentif tak cukup dongkrak penjualan, mobil listrik impor China masih kuasai pasar RI
Penjualan mobil Hybrid melemah di Mei 2025, momentum elektrifikasi otomotif RI kian rapuh?
Wuling Air EV terbakar di Bandung, netizen geruduk Instagram resmi: Mobil listrik kebakar tuh, min!