Baca Juga: Pemerintah Arab Saudi minta Kemenag perketat seleksi kesehatan calon jemaah haji tahun depan
Meskipun serangan berlangsung ekstrem, Cloudflare memastikan bahwa sistem mitigasi mereka mampu menangkal seluruh trafik berbahaya tanpa kerusakan berarti terhadap layanan pengguna.
“Ini adalah salah satu serangan tercepat dan paling intens dalam sejarah internet, namun berhasil kami netralkan berkat sistem deteksi dini dan respons otomatis yang kami kembangkan,” terang Cloudflare.
Serangan ini menjadi pengingat penting akan terus berkembangnya ancaman siber global dan pentingnya proteksi berlapis dalam infrastruktur digital.***
Artikel Terkait
Momen Prabowo kaget saat tanam padi pakai drone: Dulu lamanya 25 Hari, sekarang sehari bisa 25 hektare
Bukan hanya di Sumsel, tren tabur benih pertanian pakai drone juga ternyata pernah viral di Jabar
Prabowo kaget drone bisa tabur benih 25 hektare sehari, petani di Jabar ini pernah keluhkan harga sewanya yang tinggi
Prabowo kaget drone bisa tabur benih 25 hektare sehari, petani di Jabar ini pernah keluhkan harga sewanya yang tinggi
DQLab gelar Mini Bootcamp Data Analytics, upaya atasi kesenjangan digital di Indonesia
Wapres Gibran soroti kemudahan transaksi lewat QRIS: Dulu pedagang repot cari kembalian
Kasus Covid-19 naik di Thailand dan Singapura, Kemenkes RI imbau waspada varian baru