Bukan hanya di Sumsel, tren tabur benih pertanian pakai drone juga ternyata pernah viral di Jabar

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 1 Mei 2025 | 19:33 WIB
Momen Presiden RI, Prabowo Subianto saat acara tanam raya di Sumatera Selatan (Sumsel), pada Rabu, 23 April 2025 (YouTube.com/Sekretariat Presiden)
Momen Presiden RI, Prabowo Subianto saat acara tanam raya di Sumatera Selatan (Sumsel), pada Rabu, 23 April 2025 (YouTube.com/Sekretariat Presiden)

GENMILENIAL.ID - Presiden RI, Prabowo Subianto melakukan penanaman padi dengan memanfaatkan teknologi drone di wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), pada Rabu, 23 April 2025 lalu.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyebut 105.000 hektare sawah di Sumsel yang sedang dibangun dengan teknik paling modern di dunia.

Prabowo menuturkan, penanaman padi dengan memanfaatkan teknologi drone sangat efektif dibandingkan menggunakan tenaga manusia.

"Ini ternyata bisa sehari 25 hektare. Yang tadinya 1 hektar pakai tenaga manusia lamanya 25 hari, artinya dulu 1 hektare 25 hari," tutur Prabowo saat acara Tanam Raya di Sumsel, pada Rabu, 23 April 2025.

Baca Juga: Momen Prabowo lepas baju saat pidato di Hari Buruh 2025, sang presiden teriak soal kekayaan warga RI

"Sekarang (tanam benih pakai drone) 25 hektare bisa dalam sehari. Dan ini akan menjadi 100 ribu hektare menjadi sawah produktif di Sumsel," sambungnya.

Berkaca dari hal itu, ternyata tren penggunaan drone untuk pertanian pernah ramai diperbincangkan pada tahun 2024.

Kala itu, para petani di wilayah Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar) dikenalkan sistem pertanian berbasis teknologi drone untuk menaburkan pupuk cair NPK Phonska Alam.

Drone itu terbang ke berbagai area yang diinginkan petani untuk melakukan pemupukan melalui jalur udara.

Baca Juga: ‘Hadiah’ Presiden Prabowo di May Day 2025: Bentuk Satgas PHK hingga Dewan Kesejahteraan Buruh

Dalam kesempatan berbeda, petani, Ridwan Sanjaya menuturkan adanya teknologi itu telah membantu para petani di wilayah setempat.

Pasalnya, para petani di Jabar itu membutuhkan pembaruan teknik pertanian seiring berkembangnya zaman, terlebih bagi regenerasi para petani.

"Iya bagus sih. Soalnya anak muda sekarang pada malu jadi petani," tutur Ridwan kepada awak media di Ciparay, Jabar, pada 21 Juni 2024 lalu.

"Padahal kalau jadi petani juga sebetulnya bisa menguntungkan," sambungnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X