Cloudflare gagalkan serangan DDoS terbesar dalam sejarah: 37,4 terabyte data hanya dalam 45 detik

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 23 Juni 2025 | 21:14 WIB
Ilustrasi - Cloudflare berhasil menggagalkan serangan DDoS terbesar sepanjang masa (freepik.com)
Ilustrasi - Cloudflare berhasil menggagalkan serangan DDoS terbesar sepanjang masa (freepik.com)

GENMILENIAL.ID – Perusahaan keamanan siber Cloudflare berhasil menggagalkan serangan Distributed Denial of Service (DDoS) terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah.

Serangan masif ini terjadi hanya dalam waktu 45 detik dengan volume data mencapai 37,4 terabyte.

Serangan tersebut menargetkan satu alamat IP dan membanjirinya dengan trafik berbahaya hingga 7,3 terabit per detik (Tbps).

Volume tersebut setara dengan mengirimkan sekitar 9.000 film berkualitas HD ke satu titik dalam waktu kurang dari semenit.

Baca Juga: Yamaha luncurkan warna baru Fazzio Hybrid, warganet pertanyakan inovasi nyata

“Total jumlah data yang dikirim ke target adalah 37,4 terabyte, yang mungkin tidak terlihat luar biasa pada pandangan pertama,” tulis Cloudflare dalam blog resminya, dikutip Senin, 23 Juni 2025.

Namun, yang membuat insiden ini mencengangkan adalah kecepatan dan intensitasnya.

Cloudflare menyebutkan bahwa serangan dilakukan dalam waktu super singkat, dengan tujuan untuk menjebol sistem perlindungan sebelum sempat merespons.

Pelaku memanfaatkan protokol User Datagram Protocol (UDP) sebagai jalur utama serangan.

Baca Juga: Pesawat 'misterius' China terpantau terbang ke Iran di tengah gempuran Israel-AS

Protokol ini lazim digunakan untuk aplikasi real-time seperti gim daring, streaming video, dan panggilan konferensi karena tidak memerlukan proses verifikasi dua arah seperti TCP.

Celah tersebut kemudian dimanfaatkan untuk melakukan UDP flood, di mana sistem target dibanjiri permintaan tanpa validasi.

Selain itu, pelaku juga menggunakan teknik refleksi, yaitu memalsukan alamat IP korban lalu mengirimkan permintaan ke server pihak ketiga seperti NTP (Network Time Protocol), QOTD (Quote of the Day), atau Echo.

Server-server tersebut kemudian mengirimkan balasan ke IP korban, menyebabkan ledakan trafik yang sulit dibendung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X