Ia juga memperkenalkan konsep fakta sosial, yaitu pola perilaku yang dapat dipelajari secara objektif.
Perkembangan dan pengaruh global
Setelah berkembang di Eropa, sosiologi kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke Amerika Serikat, yang menjadi pusat penting bagi perkembangan ilmu ini di abad ke-20.
Para sosiolog Amerika, seperti Talcott Parsons dan Robert K. Merton, mengembangkan teori-teori fungsionalisme yang menekankan stabilitas sosial dan peran institusi dalam menjaga keseimbangan masyarakat.
Baca Juga: Peran generasi muda dalam menggerakkan ekonomi Indonesia
Pada pertengahan abad ke-20, sosiologi berkembang pesat dengan berbagai pendekatan dan metodologi yang lebih beragam.
Isu-isu seperti ras, gender, dan ketimpangan sosial menjadi fokus kajian sosiologis yang penting.
Sosiologi juga mulai diterapkan dalam berbagai bidang seperti kebijakan publik, kesehatan, dan pendidikan.
Sejarah kelahiran ilmu sosiologi adalah cerita tentang upaya manusia untuk memahami masyarakatnya sendiri.
Dari pengaruh Revolusi Industri hingga teori-teori modern yang terus berkembang, sosiologi telah menjadi alat penting untuk menganalisis dan memahami dinamika sosial yang kompleks.
Sebagai disiplin ilmu, sosiologi terus berkembang, memberikan wawasan baru tentang cara kita hidup dan berinteraksi dalam masyarakat yang terus berubah.***
Artikel Terkait
Stres dan depresi? seperti ini penjelasanya dalam sudut pandang ilmu psikologi
Mengenal Ilmu Komunikasi dan cabang-cabangnya
Dekonstruksi Ilmu Komunikasi, jembatan pemahaman di era digital
Ilmu semiotika, membongkar kode rahasia bahasa dan simbol
Pilar penting dalam kehidupan, berkenalan dengan ilmu humaniora beserta cabangnya
Menggali jejak sejarah melalui ilmu filologi
Mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNAS Jakarta raih medali perunggu pada ajang film pendek di Malaysia