Comte berargumen bahwa masyarakat harus dipelajari secara ilmiah, menggunakan metode yang sama seperti dalam ilmu alam.
Ia percaya bahwa masyarakat berkembang melalui tiga tahapan: tahap teologis, tahap metafisik, dan tahap positif.
Comte melihat sosiologi sebagai ilmu yang akan mempelajari hukum-hukum dasar masyarakat dan perubahan sosial.
Ia menekankan pentingnya menggunakan observasi empiris dan metode ilmiah untuk memahami fenomena sosial.
Pemikirannya membuka jalan bagi pengembangan sosiologi sebagai disiplin ilmu yang mandiri.
Baca Juga: Kerak telor, warisan kuliner Betawi yang terus hidup
Pengaruh para pemikir lain
Selain Comte, ada beberapa tokoh lain yang turut membentuk perkembangan awal sosiologi.
Di antaranya adalah Karl Marx, Max Weber, dan Émile Durkheim. Marx (1818-1883), seorang filsuf dan ekonom Jerman, melihat sosiologi dari perspektif konflik kelas dan materialisme historis.
Baginya, sejarah masyarakat adalah sejarah perjuangan kelas, dan perubahan sosial terjadi karena konflik antara kelas yang berkuasa dan yang tertindas.
Max Weber (1864-1920), seorang sosiolog dan ekonom Jerman, memperkenalkan konsep tindakan sosial dan rasionalisasi.
Ia menekankan pentingnya memahami makna subjektif yang diberikan individu terhadap tindakan mereka dalam konteks sosial.
Baca Juga: Mengenal beragam jajanan tradisional Indonesia yang menggugah selera
Sementara itu, Émile Durkheim (1858-1917), seorang sosiolog Prancis, dianggap sebagai pendiri sosiologi modern.
Dalam karyanya The Division of Labour in Society (1893) dan Suicide (1897), Durkheim menekankan pentingnya solidaritas sosial dan studi tentang fenomena sosial secara empiris.
Artikel Terkait
Stres dan depresi? seperti ini penjelasanya dalam sudut pandang ilmu psikologi
Mengenal Ilmu Komunikasi dan cabang-cabangnya
Dekonstruksi Ilmu Komunikasi, jembatan pemahaman di era digital
Ilmu semiotika, membongkar kode rahasia bahasa dan simbol
Pilar penting dalam kehidupan, berkenalan dengan ilmu humaniora beserta cabangnya
Menggali jejak sejarah melalui ilmu filologi
Mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNAS Jakarta raih medali perunggu pada ajang film pendek di Malaysia