news

3 Hari padamkan api karhutla, warga Papua hadapi ancaman di tanah leluhur

Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:39 WIB
Kondisi salah satu titik api karhutla di Papua yang mengancam hutan dan ruang hidup masyarakat, di tengah upaya warga menjaga lingkungan (Threads/@helinaola)

Bagi masyarakat adat di Kampung Turiram, dusun sagu memiliki arti penting dalam kehidupan sehari-hari.

Kawasan tersebut tidak hanya menyediakan bahan pangan, tetapi juga berkaitan dengan identitas dan warisan leluhur yang dijaga secara turun-temurun.

Baca Juga: Sekda Subang desak OPD buka hambatan ekonomi, data akurat harus berujung aksi

Sejumlah marga yang memiliki keterikatan dengan wilayah adat tersebut antara lain Kelapa, Kinambure, Saham, Kanjini, Werre, Babi, Bangau, Awi, Tumbaima, dan Mbarawa.

Kebakaran yang melanda ladang sagu membuat masyarakat khawatir kehilangan bagian penting dari ruang hidup mereka.

Jika api meluas dan merusak kawasan tersebut, dampaknya berpotensi mengganggu ketersediaan pangan serta penghidupan warga yang bergantung pada dusun sagu.

Adrianus berharap kebakaran segera teratasi agar api tidak meluas dan masyarakat tidak kehilangan sumber penghidupan mereka.

Baca Juga: Muhammad Lutfi bongkar dugaan manuver asing di bursa RI, Singapura dan MSCI disorot

Pencegahan karhutla perlu melibatkan banyak pihak

Kebakaran hutan dan lahan di Papua Selatan kembali menyoroti pentingnya perlindungan kawasan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

Bagi warga yang bergantung pada hasil hutan, kebakaran tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga mengancam sumber pangan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat adat.

Di sisi lain, BPBD Provinsi Papua mengingatkan pentingnya pencegahan karhutla melalui keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan perusahaan, terutama saat curah hujan rendah.

Baca Juga: Resmi! Rp4,06 triliun saham WIFI dilepas perusahaan Hashim, kini tersisa 27,75 persen

Meski demikian, penyebab kebakaran di Kampung Turiram belum dapat dipastikan. Belum ada dasar untuk mengaitkan peristiwa tersebut dengan aktivitas pihak tertentu.

Saat warga masih berupaya memadamkan api, harapan utama masyarakat adat adalah agar kebakaran segera terkendali dan ladang sagu yang menjadi bagian dari warisan leluhur mereka tidak mengalami kerusakan lebih luas.***

Halaman:

Tags

Terkini