GENMILENIAL.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, semakin meluas hingga Kabupaten Pasuruan, Malang, Mojokerto, dan Kota Batu.
Hingga Selasa pagi, 20 Oktober 2026, sekitar 70 titik api masih terpantau di kawasan tersebut.
Tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman melalui jalur darat untuk mengendalikan kebakaran.
Meski jumlah titik api berkurang dibandingkan hari sebelumnya, kondisi di lapangan masih dinamis sehingga jumlah titik api dapat berubah sewaktu-waktu.
Baca Juga: Viral ajudan Gubernur Kaltim senggol mahasiswa GMNI, Polda turun tangan
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, mengatakan jumlah titik api yang sebelumnya mencapai lebih dari 100 kini berada di kisaran 70 titik berdasarkan pemantauan pada Selasa pagi.
"Titik (api) kemarin itu lebih dari 100. Sekarang update pagi ini sebenarnya di angka 70, cuma itu (data) masih sangat fluktuatif," kata perempuan yang akrab disapa Tyas itu kepada awak media, Selasa 20 Oktober 2026
Ia mengingatkan bahwa perkembangan jumlah titik api masih bergantung pada kondisi di lapangan.
Karena itu, data tersebut masih dapat berubah seiring proses pemantauan dan penanganan kebakaran.
Baca Juga: SUV bekas vs mobil listrik baru Rp250 jutaan, mana lebih menguntungkan?
Karhutla Arjuno-Welirang meluas ke empat wilayah
Kebakaran Gunung Arjuno-Welirang pertama kali diketahui pada Kamis sore, 15 Oktober 2026, di wilayah Kabupaten Pasuruan. Api kemudian membesar dan merembet hingga ke sejumlah wilayah lain.
Karhutla yang semula terdeteksi di Pasuruan itu kini meluas hingga Kabupaten Malang, Mojokerto, dan Kota Batu.
Kondisi tersebut membuat tim gabungan terus bergerak untuk melakukan pemadaman dan mencegah api menjalar lebih luas.