Penggerebekan itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.
Baca Juga: Serukan kritik di Bundaran HI, 6 aktivis Greenpeace diamankan polisi
Sejumlah unggahan membagikan situasi di lokasi ketika suara letusan terdengar beberapa kali, disertai informasi mengenai penangkapan terduga pelaku.
Akun Threads @fris***l mengabarkan situasi tersebut pada Senin, 19 Oktober 2026.
“Dari tadi suara ledakan terus. Tadi juga ada ambulance dan sudah ketangkap. Semoga habis ini aman sentosa,” tulis akun tersebut.
Akun yang sama kembali membagikan perkembangan situasi pada Selasa, 20 Oktober 2026 siang. Menurut unggahan itu, lokasi kejadian masih dijaga ketat oleh aparat kepolisian.
Baca Juga: Agnez Mo main film Hollywood bareng Nicolas Cage, ini sinopsis C.L.A.Y. dan jadwal syutingnya
“Terpantau siang ini masih ada penjagaan ketat dari polisi dan masih banyak mobil antiteror. Berarti dia semalam lewat dari jalan kecil, rame banget,” pungkasnya.
Polisi sebut AS mantan narapidana terorisme
Selain menjelaskan perlawanan saat penggerebekan, Roy juga mengungkapkan latar belakang AS.
Berdasarkan rekam jejak yang disampaikan Kapolda, pria tersebut merupakan mantan narapidana terorisme.
“Kalau lihat dari track record-nya, dia adalah eks napi teroris,” jelas Roy.
Meski demikian, polisi masih mendalami rekam jejak AS serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus pembakaran tersebut.
Identitas AS sebagai mantan narapidana terorisme belum dengan sendirinya menjelaskan motif di balik perusakan dan pembakaran warung.