news

Viral pengakuan tersangka penipuan Bintara Polri 2026, Polda Jambi buka suara

Selasa, 20 Oktober 2026 | 01:13 WIB
Viral pengakuan Briptu MD soal eks Karo SDM Kombes Pol Handoko yang turut menikmati aliran uang penipuan Bintara Polri 2026 di Polda Jambi (Threads/jhon_jonay)

GENMILENIAL.ID – Video pengakuan Briptu MDJ, tersangka kasus dugaan penipuan rekrutmen Bintara Polri 2026 di Polda Jambi, viral di media sosial.

Dalam video tersebut, MDJ mengklaim bahwa aksinya dilakukan atas perintah mantan Karo SDM Polda Jambi, Kombes Pol Handoko.

Pengakuan itu turut memunculkan dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus yang disebut menyebabkan kerugian hingga Rp28 miliar.

Menanggapi klaim tersebut, Polda Jambi menyatakan perkara masih dalam proses penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Tips jitu perawatan motor listrik untuk pemula agar performa tetap prima

Dalam video yang diunggah akun Instagram @rokatenda_media pada Rabu 14 Oktober 2026, MDJ menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah pihak, termasuk Presiden, anggota Komisi III DPR RI, Kapolri, dan masyarakat.

“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden, Bapak-Ibu Komisi III DPR RI, Bapak Kapolri, serta masyarakat atas penipuan Bintara Polri Polda Jambi tahun 2026,” ujar MDJ dalam video tersebut.

Tersangka klaim bertindak atas perintah pimpinan

Dalam pengakuannya, MDJ menyebut calon korban penipuan dengan istilah 'pasien'.

Ia mengklaim diminta mencari sebanyak-banyaknya calon peserta yang ingin masuk menjadi anggota Polri.

Baca Juga: Jadi sorotan di tengah penanganan karhutla, Wamendagri buka suara soal izin Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud ke Singapura

“Saya tidak membenarkan perbuatan yang telah saya lakukan, akan tetapi perbuatan tersebut atas perintah pimpinan saya Bapak Kombes Pol Handoko selaku Karo SDM Polda Jambi untuk mencari pasien sebanyak-banyaknya,” jelasnya.

MDJ juga mengaku tidak memiliki banyak pilihan karena posisinya sebagai bawahan dan ajudan. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak akan bertindak tanpa perintah pimpinan.

“Saya tidak bisa berbuat banyak karena menjadi bawahan pimpinan saya, saya hanyalah seorang ajudan, dan seorang Bintara,” ungkap MDJ.

Halaman:

Tags

Terkini