Pemkot Surabaya ungkap kondisi terduga pelaku perundungan anak disabilitas hingga meninggal: Sedang pemeriksaan psikologis di RSJ Menur

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 19 Oktober 2026 | 16:34 WIB
Viral rekaman yang menunjukkan terduga pelaku ke rumah korban anak disabilitas di Rungkut, Surabaya (Threads/kakashi.77)
Viral rekaman yang menunjukkan terduga pelaku ke rumah korban anak disabilitas di Rungkut, Surabaya (Threads/kakashi.77)

GENMILENIAL.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan pendampingan kepada keluarga korban dan anak yang diduga terlibat dalam kasus dugaan perundungan terhadap anak penyandang disabilitas berinisial Z (10 tahun) di Rungkut, Surabaya.

Salah satu terduga pelaku kini menjalani pemeriksaan kondisi psikologis di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur.

Kasus yang berujung pada meninggalnya Z tersebut masih dalam proses penanganan aparat kepolisian.

Baca Juga: Polsek Subang sambangi sekolah, 700 pelajar diedukasi soal disiplin hingga tawuran

Dalam perkembangan penyelidikan, polisi telah menetapkan seorang anak berinisial K (10 tahun) sebagai anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).

Sementara itu, satu anak lainnya berinisial F (8) juga disebut dalam laporan sebagai terduga pelaku.

Keduanya masih di bawah umur sehingga penanganan kasus turut memperhatikan kebutuhan perlindungan anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati, mengatakan pihaknya memberikan pendampingan kepada keluarga korban maupun keluarga anak yang diduga terlibat.

Baca Juga: Gandeng Ostrich Mini Zoo, PERPANI Subang bidik panahan jadi penggerak ekonomi

“Sudah kami dampingi dua-duanya. Keluarga korban membutuhkan pendampingan, begitu juga keluarga anak yang diduga terlibat karena mereka juga masih anak-anak,” ujar Ida dalam keterangannya kepada awak media, Senin, 19 Oktober 2026.

Terduga Pelaku Jalani Pemeriksaan Psikologis

Ida menjelaskan, pendampingan terhadap keluarga korban diberikan untuk membantu mereka menghadapi situasi sulit setelah kehilangan anggota keluarga.

Sementara itu, pendampingan terhadap keluarga anak yang diduga terlibat dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait agar proses penanganan berjalan sesuai kebutuhan anak.

“Kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar anak yang diduga terlibat juga mendapatkan penanganan yang sesuai,” jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X