“Pelayanan kesehatan tetap kami siapkan untuk masyarakat selama kondisi kabut asap ini. Kami juga memastikan ketersediaan oksigen aman agar warga yang membutuhkan penanganan medis dapat segera terlayani,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, dalam keterangan resmi yang diunggah di laman Media Center Palangka Raya pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Baca Juga: Kebakaran Gunung Bromo: 4 Orang meninggal dunia, 2 orang alami luka bakar
Berdasarkan catatan Dinkes Kota Palangka Raya, sebanyak 11 puskesmas disiagakan untuk melayani masyarakat terdampak karhutla. Seluruh puskesmas tersebut dilengkapi fasilitas ruang oksigen untuk mendukung pelayanan bagi warga yang membutuhkan.
Selain menyiagakan puskesmas, Dinkes juga mengoptimalkan jejaring fasilitas kesehatan lainnya.
Petugas turut menjangkau titik-titik permukiman yang berdekatan dengan lokasi kebakaran untuk membantu masyarakat terdampak.
Riduan mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap gangguan kesehatan selama kondisi kabut asap masih berlangsung.
Baca Juga: Duduk perkara kasus Bupati Klaten dalam OTT KPK, ada uang Rp1 miliar dan 20 orang yang diamankan
Masyarakat juga diminta memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Manfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia dan jangan menunda pemeriksaan jika gangguan pernapasan terasa semakin berat,” pungkasnya.
Hujan yang turun di Palangka Raya menjadi harapan bagi warga di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla.
Sementara itu, kesiapsiagaan fasilitas kesehatan tetap diperlukan untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan selama kondisi tersebut.***