Baca Juga: Viral! Minimarket di Pamekasan dibongkar pakai ekskavator, polisi tunggu laporan resmi
Berawal dari kecurigaan warga sekitar
Maruli juga mengungkapkan kronologi penggerebekan rumah dinas TNI yang diduga menjadi markas judi online tersebut.
Menurut dia, tindakan itu bermula dari kecurigaan warga terhadap aktivitas tidak biasa di rumah yang berada di Kompleks Perumahan Angkatan Darat, Cijantung, Jakarta Timur.
Penggerebekan berlangsung pada Minggu, 4 Oktober 2026. Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian setelah videonya beredar luas di media sosial.
Baca Juga: Mantan Waketum Projo sarankan Gibran mundur: Lebih terhormat dan kesatria
Maruli menilai keterlibatan masyarakat dalam mengungkap aktivitas mencurigakan tersebut merupakan hal yang positif.
Ia menyebut warga sekitar ikut merasa perlu mengamankan lingkungan ketika melihat sesuatu yang dianggap tidak wajar.
“Sehingga digerebek oleh mereka sendiri tanpa sepengetahuan, kalau masyarakat sekitar ikut merasa mengamankan, saya pikir bagus kan jadinya,” imbuhnya.
Kecurigaan warga itu kemudian berujung pada pemeriksaan lebih lanjut oleh aparat berwenang.
Dugaan penggunaan rumah dinas sebagai tempat operasional judi online pun ditindaklanjuti oleh Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya.
Sebelas warga sipil diamankan, puluhan komputer disita
Setelah penggerebekan, Pomdam Jaya melakukan pemeriksaan di lokasi dan mengamankan 11 warga sipil untuk menjalani pemeriksaan. Mereka terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan.
Petugas juga menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas operasional judi online.