BPBD catat 801 kejadian karhutla hingga awal Oktober
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, terdapat 801 kejadian kebakaran hutan dan lahan sejak penetapan status Siaga Darurat Karhutla pada 1 Juni hingga 5 Oktober 2026.
Dalam periode tersebut, luas lahan yang terdampak kebakaran tercatat mencapai 1.390,02 hektare.
Baca Juga: 15 Kendaraan terlibat kecelakaan di Tol Cipularang, polisi ungkap dugaan awal
Data itu menunjukkan besarnya kejadian karhutla yang tercatat di wilayah Palangka Raya selama periode siaga darurat.
Kebakaran hutan dan lahan menjadi latar belakang kabut asap yang dikeluhkan warga dalam sejumlah unggahan media sosial.
Laporan ISPA capai 10.240 kasus
Dampak kabut asap juga tercermin dalam laporan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Palangka Raya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Palangka Raya, laporan ISPA selama periode kabut asap akibat karhutla sejak awal Juni hingga awal Oktober 2026 mencapai 10.240 laporan.
Baca Juga: Kontroversi sebut ‘enjoy’ di tengah kabut asap, walkot Palembang akui salah pilih kata
Angka tersebut mencakup laporan yang dicatat selama periode tersebut.
Sementara itu, warga melalui media sosial terus menyampaikan keluhan mengenai kondisi udara, jarak pandang, serta gangguan kesehatan yang mereka rasakan.
Kabut asap yang menyelimuti Palangka Raya pun menjadi persoalan yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari aktivitas berkendara hingga kenyamanan warga saat menghirup udara di lingkungan tempat tinggalnya.***