news

Pekatnya kabut asap selimuti Palangka Raya: Sudah 3 bulan tidak melihat langit biru

Jumat, 9 Oktober 2026 | 16:07 WIB
Warga keluhkan kabut asap pekat selimuti Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Threads/imyspsp)

GENMILENIAL.ID – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Kondisi tersebut memicu keluhan warga di media sosial, mulai dari jarak pandang yang menurun hingga gangguan kesehatan saat beraktivitas di luar rumah.

Sejumlah utas di platform Threads memperlihatkan kondisi Palangka Raya yang diselimuti kabut asap hingga membuat suasana kota tampak kekuningan.

Warga juga mengungkapkan kerinduan terhadap langit biru yang disebut sudah tidak terlihat selama sekitar tiga bulan.

Baca Juga: Belasan penerbangan di SMB II Palembang delay, buntut kabut asap pekat yang ganggu jarak pandang

Salah satu keluhan disampaikan pemilik akun Threads @otousandeora04 pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Ia menyebut kondisi asap pada hari itu lebih parah dibandingkan hari sebelumnya, ketika indeks kualitas udara disebut berada di angka 4.000-an.

“Hari ini paling parahnya asap kebakaran hutan di Palangka Raya melebihi dari kemarin yang indeks 4000-an lebih. Sudah gak terdeteksi indeks udara saking parahnya, eror semua indeksnya,” tulis pemilik akun Threads @otousandeora04.

Jarak pandang disebut hanya 50 hingga 100 meter

Selain kondisi udara yang memburuk, warga tersebut juga mengungkapkan jarak pandang di Palangka Raya diperkirakan hanya berkisar 50 hingga 100 meter.

Baca Juga: Sosok pria yang terciduk Ombudsman saat sidak Lapas Cibinong, napi korupsi kredit fiktif Rp1 triliun

Kondisi itu dirasakan langsung oleh warga yang beraktivitas menggunakan sepeda motor.

“Jarak pandang mungkin hanya 50-100 meter aja. Naik motor mata sakit dan napas sesak, kasihan yang punya anak kecil dan bayi kalau gini,” imbuhnya.

Keluhan lain datang dari akun Threads @imy****p yang mempertanyakan penanganan kabut asap di Kalimantan Tengah.

Halaman:

Tags

Terkini