news

Kemenkes: 40 Ribu balita di wilayah terdampak karhutla terkena ISPA

Kamis, 24 September 2026 | 19:31 WIB
Kabut asap di wilayah terdampak karhutla membuat puluhan ribu balita sesak napas hingga ISPA (TikTok/its.rehanbesett - Threads/emshihab)

Keluhan lain datang dari seorang warganet yang membagikan pengalamannya sebagai penjual. Ia mengaku menerima sejumlah pesanan air purifier dari wilayah Kalimantan.

Baca Juga: Bantu Anggara untuk sembuh dari leukemia AML, perjuangan sehat yang butuh biaya ratusan juta

“Aku dapat orderan air purifier dari Kalimantan semua dan curhatnya selalu bilang, ‘Cepat kirim kak, di rumah ada anak bayi.’ Baca itu rasanya nangis banget,” tulis akun @sot*******r.

Kemenkes catat 174.694 kasus ISPA

Kondisi yang dibagikan warga di media sosial tersebut berlangsung di tengah catatan kasus ISPA yang cukup besar di tujuh provinsi prioritas penanganan karhutla.

Kemenkes mencatat sebanyak 174.694 kasus ISPA sejak 18 Agustus hingga 21 September 2026. Dari total tersebut, 40.363 kasus merupakan kasus pada balita.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Then Suyanti, mengatakan data tersebut mencakup kasus di tujuh provinsi yang menjadi wilayah prioritas penanganan karhutla.

Baca Juga: Kapolres Subang turun saat subuh, Suling Amis jadi ruang bangun kedekatan dengan warga

“Ini kita kategorikan untuk balita dan di atas balita. Untuk kasus balita itu ada sekitar 40.363 pasien atau kasus. Nah, ini semua terdampak dari data 7 provinsi,” ujar Then Suyanti dalam keterangannya, dikutip pada Kamis, 24 September 2026.

Tujuh provinsi tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Dampak asap karhutla bagi kesehatan

Paparan asap karhutla tidak hanya berkaitan dengan gangguan pernapasan. Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan iritasi pada mata, seperti mata merah, gatal, dan perih.

Paparan asap juga disebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke serta tekanan darah, terutama pada kelompok lansia.

Baca Juga: Kasus keracunan MBG Batang: 276 Orang jadi korban, operasional SPPG Bawang dihentikan

“Asap dari karhutla ini mengandung partikel halus PM2,5, kemudian berbagai polutan lain yang tentunya mengganggu kesehatan,” jelas Then Suyanti.

Halaman:

Tags

Terkini