news

Kasus keracunan MBG Batang: 276 Orang jadi korban, operasional SPPG Bawang dihentikan

Kamis, 24 September 2026 | 08:35 WIB
Dugaan keracunan MBG di Batang, Jawa Tengah yang menimpa siswa dan wali murid (Threads/ayudiasekar_okra - Instagram/sppg.bawang)

GENMILENIAL.ID – Kasus dugaan keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Hingga Rabu, 23 September 2026 malam, sebanyak 276 siswa dan orang tua dilaporkan menjadi korban.

Para korban dugaan keracunan MBG tersebut harus mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan.

Ambulans terlihat membawa korban ke empat layanan kesehatan, yakni Puskesmas Batang, RSU Limpung, Puskesmas Subah, dan RSUD Kalisari Batang.

Kasus ini tidak hanya dialami siswa penerima manfaat MBG. Sejumlah orang tua yang sempat mencicipi makanan yang dibawa pulang anak mereka juga mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Baca Juga: Kabar baik! Ini 5 daftar bansos yang cair di akhir September 2026: Ada bantuan PKH hingga beras 30 kg

276 Siswa dan orang tua jadi korban

Dugaan keracunan MBG di Batang terjadi setelah makanan yang dibagikan pada Selasa, 22 September 2026 dikonsumsi oleh penerima manfaat maupun anggota keluarga.

Salah satu korban adalah Nur Hayati (43), yang dilarikan ke RSUD Kalisari Batang setelah mengonsumsi sisa makanan MBG milik anaknya yang masih bersekolah di PAUD.

Suami Nur Hayati, Saadullah, mengatakan istrinya memakan sisa MBG anaknya pada Selasa siang sekitar pukul 12.00 WIB.

“Anak saya pulang sekolah bawa MBG, sisanya dimakan ibunya. Habis itu baru terasa malamnya,” ujar Saadullah kepada wartawan di RSUD Batang, Rabu, 23 September 2026.

Baca Juga: Nasib pilu sopir truk Bali yang dibakar bosnya hingga kritis, rekan korban kini galang donasi

Menurut Saadullah, Nur Hayati mulai mengalami diare pada Selasa malam. Kondisinya sempat dianggap sebagai masuk angin.

“Malam itu terasa, kemarin malam berarti, (dia) ke kamar mandi terus, terus sampai saya kerokin, tak kira masuk angin,” imbuhnya.

Pada Rabu pagi, Saadullah juga sempat membeli obat di apotek karena mengira keluhan tersebut berkaitan dengan diabetes yang sebelumnya dialami istrinya.

Halaman:

Tags

Terkini