news

Dari limbah nanas hingga cegah stunting, ini inovasi yang bersinar di SIF 2026

Rabu, 23 September 2026 | 18:46 WIB
Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi atau Kang Akur didampingi Asisten Daerah Rahmat Effendi dan Kepala Bapperida Kabupaten Subang Iwan Syahrul Anwar usai menyerahkan penghargaan SIF 2026 di Alun-Alun Kabupaten Subang, Rabu 23 September 2026 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID - Beragam inovasi yang lahir dari pelajar, mahasiswa, puskesmas, hingga perangkat daerah Kabupaten Subang ditampilkan dalam Subang Innovation Festival (SIF) 2026.

Sejumlah karya yang dipamerkan bahkan mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari pemanfaatan limbah nanas, produk ramah lingkungan, pencegahan stunting, kesehatan calon pengantin, hingga pelayanan administrasi kependudukan.

Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi atau Kang Akur meninjau langsung 28 stan yang berada di Alun-Alun Kabupaten Subang sebelum menyerahkan penghargaan kepada para pemenang SIF 2026, Rabu, 23 September 2026.

Baca Juga: 112 Inovasi masuk SIF 2026, Bapperida Subang siapkan fasilitasi HAKI untuk para pemenang

Kang Akur mendatangi satu per satu stan dan berdialog dengan para inovator untuk melihat secara langsung karya yang dihasilkan putra-putri Kabupaten Subang.

Limbah nanas jadi bahan inovasi ramah lingkungan

Potensi nanas yang menjadi salah satu komoditas Kabupaten Subang turut menginspirasi sejumlah peserta SIF 2026 untuk menciptakan inovasi berbasis bahan tersebut.

Di kategori mahasiswa, Politeknik Negeri Subang menghadirkan BRIKLOVE, yakni inovasi briket biomassa bernilai kalor tinggi dari limbah ampas tebu dan daun nanas di Kabupaten Subang. Inovasi tersebut meraih juara ketiga.

Masih dari Politeknik Negeri Subang, terdapat JERNANOZ yang menjadi juara harapan pertama. Inovasi ini berupa biofoam antimikroba berbasis jerami padi dan kulit nanas dengan nano-ZnO sebagai kemasan pangan ramah lingkungan.

Baca Juga: Jelang bansos PKH-BPNT tahap 4, hindari 4 faktor perubahan data ini agar saldo tak gagal cair!

Sementara itu, Pine Paper menjadi juara harapan kedua pada kategori mahasiswa. Inovasi tersebut berupa seed paper berbasis mahkota nanas untuk mendukung pengurangan limbah kertas dan penghijauan.

Pemanfaatan limbah nanas juga muncul pada kategori pelajar SMA. Pesona Bioplastik dari MAN 1 Subang meraih juara pertama melalui inovasi kantong plastik ramah lingkungan berbasis limbah nanas dengan kombinasi gelatin dan pati jagung.

Di tingkat SMP, SMPIT As-Syifa Boarding School Jalancagak meraih juara pertama melalui ECO-NANAS, yakni deterjen cair ekstrak nanas dan buah lerak sebagai alternatif surfaktan ramah lingkungan.

Inovasi kesehatan angkat isu stunting

Halaman:

Tags

Terkini