Dari limbah nanas hingga cegah stunting, ini inovasi yang bersinar di SIF 2026

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 23 September 2026 | 18:46 WIB
Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi atau Kang Akur didampingi Asisten Daerah Rahmat Effendi dan Kepala Bapperida Kabupaten Subang Iwan Syahrul Anwar usai menyerahkan penghargaan SIF 2026 di Alun-Alun Kabupaten Subang, Rabu 23 September 2026 (Dok. Istimewa)
Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi atau Kang Akur didampingi Asisten Daerah Rahmat Effendi dan Kepala Bapperida Kabupaten Subang Iwan Syahrul Anwar usai menyerahkan penghargaan SIF 2026 di Alun-Alun Kabupaten Subang, Rabu 23 September 2026 (Dok. Istimewa)

SIF 2026 juga menghadirkan sejumlah inovasi di bidang kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan pencegahan stunting dan kesehatan calon pengantin.

Baca Juga: Karhutla melanda Kalimantan, siswa Kaltim hingga Kalbar masih menanti sekolahnya kembali dibuka

Pada kategori puskesmas, GERAI CINTA ONLINE dari UPTD Puskesmas Ciasem menjadi juara pertama. Inovasi tersebut merupakan gerakan deteksi dini dan edukasi pada calon pengantin untuk mencegah stunting.

Juara kedua diraih UPTD Puskesmas Cisalak melalui PAPANTING atau Penanaman Pekarangan Cegah dan Atasi Stunting.

Sementara itu, RUKU SEHAT CATIN dari UPTD Puskesmas Pamanukan meraih juara ketiga melalui inovasi ruang khusus skrining kesehatan calon pengantin.

Rangkaian inovasi tersebut menunjukkan adanya gagasan dari fasilitas pelayanan kesehatan untuk menjawab persoalan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Duka banjir bandang di Solok: 2 Korban dilaporkan hilang, rumah hingga fasum porak-poranda

Pelayanan publik hingga pendidikan ikut berinovasi

Inovasi dalam SIF 2026 juga hadir dari perangkat daerah. SIGAP-PMK dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Kabupaten Subang menjadi juara pertama kategori perangkat daerah melalui sinergi gerakan antisipasi dan pengendalian penyakit mulut dan kuku.

SIPEDULI CERDAS dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Subang meraih juara kedua. Inovasi tersebut merupakan sistem pendaftaran administrasi kependudukan daring yang memungkinkan pencetakan melalui register desa.

SMARTDIGI dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Subang kemudian meraih juara ketiga.

Baca Juga: 14 Orang kena OTT KPK, mengapa hanya Bupati Bolmut yang jadi tersangka di kasus pemerasan?

Sementara dari lingkungan pendidikan, inovasi juga muncul dalam berbagai bentuk. AKSARA atau Akselerasi Kehadiran ASN melalui Serverless Architecture untuk Reformasi Akuntabilitas dari SMP Negeri 3 Blanakan menjadi juara pertama kategori unit kerja.

Sistem Informasi Murid Dawuan atau SIMUDA dari SMK Negeri 1 Dawuan meraih juara kedua, sedangkan SAHABATKU dari SMP Negeri 1 Ciasem menjadi juara ketiga.

Kang Akur berharap inovasi beri manfaat nyata

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X