Pengemudi Mitsubishi Outlander tersebut mengaku mengonsumsi sekitar tujuh gelas minuman beralkohol. Setelah itu, ia mengemudi seorang diri dalam perjalanan pulang.
Ketika dimintai keterangan mengenai kecelakaan yang kemudian menewaskan seorang warga, ENR berdalih tidak sepenuhnya sadar akibat pengaruh alkohol.
"Namanya orang mabuk, saya enggak sadar," ujar ENR kepada pihak kepolisian.
Kehilangan kendali hingga tabrak taksi
Peristiwa tersebut bermula ketika mobil Outlander yang dikemudikan ENR melintas dari arah Jalan Taman Apsari, Surabaya.
Saat melewati tikungan, ENR kehilangan kendali atas kendaraan yang dikemudikannya. Mobil tersebut kemudian menghantam taksi listrik VinFast dengan nomor polisi L 1611 UG yang tengah terparkir.
Bukannya berhenti dan menyelesaikan persoalan di lokasi, ENR justru melanjutkan perjalanan menuju Jalan Gubernur Suryo karena mengaku ketakutan.
Pelarian tersebut kemudian berlanjut hingga kawasan dekat Alun-Alun Surabaya.
Tabrak warga hingga meninggal dunia
Di sekitar Alun-Alun Surabaya, mobil yang dikemudikan ENR kembali terlibat kecelakaan. Kali ini, kendaraan tersebut menabrak seorang pemuda berinisial RPK (25 tahun).
Saat kejadian, RPK sedang memindahkan barang ke atas mobil pikap Mitsubishi L300.
RPK mengalami luka parah dan sempat dilarikan ke UGD RSUD Dr Soetomo. Namun, nyawanya tidak tertolong saat menjalani perawatan.