news

Nestapa siswa Malaysia imbas karhutla di Kalimantan: Terdampak kabut asap, ratusan sekolah ditutup

Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:30 WIB
Menyoroti maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan hingga berdampak buruk bagi kalangan warga di Malaysia (Instagram.com/@undercover.id)

GENMILENIAL.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan turut berdampak hingga ke Malaysia.

Kabut asap akibat karhutla dilaporkan mencemari kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia dan memengaruhi aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar siswa.

Kondisi tersebut menjadi perhatian setelah ratusan sekolah di Malaysia dilaporkan ditutup sementara akibat kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Pembelajaran kemudian dialihkan ke sistem Pembelajaran dan Pengajaran Berbasis Rumah untuk mengurangi paparan siswa terhadap kabut asap.

Baca Juga: Dua hari Taman Nasional Way Kambas terbakar, petugas ungkap kendala akses dan sumber air

Informasi tersebut turut ramai dibahas di media sosial. Dalam unggahan Instagram @undercover.id pada Jumat, 21 Agustus 2026, disebutkan penutupan sekolah dilakukan karena Indeks Pencemaran Udara (API) di sejumlah kawasan telah mencapai kategori sangat tidak sehat.

“Penutupan dilakukan karena Indeks Pencemaran Udara (API) di kawasan tersebut telah masuk kategori sangat tidak sehat,” tulis unggahan tersebut.

“Aktivitas belajar siswa selanjutnya dialihkan ke Pembelajaran dan Pengajaran Berbasis Rumah,” sambungnya.

108 sekolah di Malaysia ditutup

Dampak kabut asap dari karhutla Kalimantan juga diberitakan media lokal Malaysia, Bernama.

Baca Juga: Bang Japar teguhkan komitmen Jaga Jakarta, ajak warga rawat persatuan

Sebanyak 108 sekolah di wilayah Serian, Sarawak, dilaporkan ditutup sementara karena terdampak kabut asap.

Komite Manajemen Bencana Negara Bagian Sarawak (JPBN) menyebutkan kegiatan pembelajaran bagi siswa di sekolah yang ditutup akan dilanjutkan melalui Pembelajaran dan Pengajaran Berbasis Rumah.

Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan belajar siswa tetap dapat berlangsung tanpa harus berada di lingkungan dengan kualitas udara yang tidak sehat.

Halaman:

Tags

Terkini