Nestapa siswa Malaysia imbas karhutla di Kalimantan: Terdampak kabut asap, ratusan sekolah ditutup

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:30 WIB
Menyoroti maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan hingga berdampak buruk bagi kalangan warga di Malaysia (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan hingga berdampak buruk bagi kalangan warga di Malaysia (Instagram.com/@undercover.id)

Adapun angka 201 hingga 300 berada dalam kategori sangat tidak sehat. Pembacaan di atas 300 masuk kategori berbahaya.

Seiring memburuknya kualitas udara, JPBN Sarawak menyarankan masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika indeks kualitas udara berada pada tingkat tidak sehat atau lebih tinggi.

Imbauan tersebut menjadi perhatian khusus bagi kelompok yang dinilai lebih berisiko terdampak pencemaran udara, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan masalah pernapasan atau jantung.

Baca Juga: KPK bongkar temuan pungutan biaya selangit di luar UKT dan IPI jalur mandiri Unsoed: Ini yang memberatkan orang tua mahasiswa

“Kelompok berisiko tinggi, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan masalah pernapasan atau jantung, harus membatasi paparan mereka terhadap udara yang tercemar,” tandas JPBN Sarawak.

Kabut asap yang berdampak hingga wilayah Malaysia tersebut menjadi salah satu konsekuensi dari karhutla di kawasan Kalimantan.

Di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk, aktivitas pendidikan dan kegiatan masyarakat di sejumlah wilayah Malaysia harus menyesuaikan untuk mengurangi paparan terhadap udara tercemar.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X