Nestapa siswa Malaysia imbas karhutla di Kalimantan: Terdampak kabut asap, ratusan sekolah ditutup

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:30 WIB
Menyoroti maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan hingga berdampak buruk bagi kalangan warga di Malaysia (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan hingga berdampak buruk bagi kalangan warga di Malaysia (Instagram.com/@undercover.id)

“Berdasarkan Rencana Aksi Kabut Nasional, yang berada di bawah yurisdiksi direktur Departemen Pendidikan Negara Bagian Sarawak,” tulis JPBN Sarawak dalam keterangan resminya pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Baca Juga: Rektor ditangkap KPK, bagaimana nasib mahasiswa Unsoed yang masuk lewat jalur mandiri bermasalah?

JPBN Sarawak juga menyebut sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak akan segera ditutup ketika angka API mencapai 200.

“Sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak akan segera ditutup begitu API mencapai 200,” tambahnya.

13 wilayah terdampak kabut asap

JPBN Sarawak menyatakan kualitas udara di wilayah tersebut menunjukkan tren peningkatan pada pembacaan API sejak 1 Agustus 2026.

Secara keseluruhan, terdapat 13 wilayah di Malaysia yang terdampak kabut asap.

Baca Juga: KAMMI tolak provokasi yang berpotensi pecah belah bangsa, sikapi rencana aksi 27 Agustus

Dua wilayah tercatat berada dalam kategori sangat tidak sehat. Pembacaan API mencapai 212 di Tebedu dan 202 di Serian.

“2 wilayah mencatat pembacaan API dalam kategori sangat tidak sehat, yaitu 212 di Tebedu dan 202 di Serian,” ungkap JPBN Sarawak.

Sementara itu, 11 wilayah lainnya masuk kategori tidak sehat. Wilayah tersebut meliputi Kuching, Samarahan, Sri Aman, Sarikei, Sibu, Bintulu, Samalaju, Miri, Lundu, Lubok Antu, dan Lawas.

Kondisi tersebut menunjukkan kabut asap tidak hanya berdampak pada satu kawasan, tetapi telah memengaruhi sejumlah wilayah di Sarawak.

Baca Juga: Bocah 7 tahun di Dairi Sumut diduga jadi korban penyiksaan sang bibi, wajah hingga kaki penuh luka

Anak-anak dan ibu hamil masuk kelompok berisiko

Indeks API nol hingga 50 menunjukkan kualitas udara baik, sedangkan angka 51 hingga 100 masuk kategori sedang. Sementara itu, pembacaan 101 hingga 200 termasuk tidak sehat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X