“Di BNPT itu ada program pencegahan radikalisme dan pemuda-pemuda ini adanya di desa. Kita punya jaringan BUMDes di tiap desa yang nanti bisa menjadi kader untuk mencintai NKRI,” katanya.
Dorong pemuda jadi penggerak ekonomi desa
Tak hanya soal ideologi, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi pemuda melalui BUMDes.
“Kita harapkan dari program Jaga Tunas Indonesia ini di desa nanti mereka sebagai perintis untuk mempelopori kegiatan usaha, karena hari ini yang jadi persoalan adalah persoalan ekonomi,” kata Mustofa.
Menurutnya, BNPT memberikan penguatan wawasan kebangsaan, sementara Forum Bumdes Merah Putih Jawa Barat memfasilitasi peserta agar produktif melalui kegiatan usaha di desa.
Bupati: Lahirkan agen perubahan dan harmoni
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menekankan pentingnya menanamkan nilai kebangsaan sejak dini kepada generasi muda.
“Mengajak warga Garut, khususnya generasi muda untuk lebih memaknai lagi wawasan kebangsaan, termasuk upaya kita untuk mencegah intoleran dan radikalisme,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa nilai kebangsaan harus diwariskan agar tetap terjaga.
“Nilai-nilai ini harus kita wariskan kepada anak-anak atau generasi muda berikutnya supaya tetap terpelihara dan bangsa kita menjadi bangsa yang maju, kuat, dan tangguh,” katanya.
Bupati juga berharap peserta kegiatan ini mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap akan ada agent of change dan agent-agent harmoni dari anak-anak kita yang seratus orang ini,” tambahnya.