Baca Juga: Bambang Herdadi dorong MBG dilanjutkan: Kunci lahirkan generasi sehat dan kompetitif
Potensi penghematan hingga puluhan triliun
Selain menjawab isu yang berkembang, Qodari juga menekankan manfaat konkret dari program Kopdes Merah Putih.
Salah satunya adalah potensi penghematan pengeluaran rumah tangga.
Ia mencontohkan harga LPG 3 kilogram dan minyak goreng MinyaKita yang lebih murah di koperasi dibandingkan harga pasar.
Selisih harga tersebut dinilai signifikan jika dihitung secara nasional.
Berdasarkan data, dengan jumlah sekitar 74 juta keluarga di Indonesia, potensi penghematan dari LPG bisa mencapai Rp14,2 triliun per tahun.
Sementara dari minyak goreng, penghematan diperkirakan mencapai Rp18,82 triliun per tahun.
“Totalnya bisa sekitar Rp33 triliun per tahun. Ini bukan sekadar angka, tapi dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Serap tenaga kerja lokal
Tak hanya dari sisi ekonomi rumah tangga, program ini juga dinilai memiliki dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja.
Qodari menyebut bahwa setiap unit koperasi melibatkan satu manajer serta belasan pekerja lokal dari desa setempat.
Dengan target pembangunan hingga 80.000 unit koperasi pada 2029, program ini diperkirakan mampu menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.