Di sisi lain, dugaan intimidasi yang disampaikan keluarga kini masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Timor Tengah Utara (TTU).
Sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk tenaga kesehatan yang berada di lokasi saat kejadian.
Sementara itu, dua anggota DPRD TTU yang namanya disebut dalam kasus ini telah memberikan klarifikasi.
Keduanya mengakui sempat berbicara dengan nada tinggi, namun membantah melakukan intimidasi atau ancaman.
Paralel dengan proses hukum, Kementerian Kesehatan juga telah membentuk tim investigasi bersama organisasi profesi dan pemerintah daerah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan fakta secara objektif sekaligus mengevaluasi perlindungan terhadap tenaga kesehatan.
Kasus ini pun menjadi perhatian luas, sekaligus membuka diskusi penting mengenai keamanan dan perlindungan tenaga medis dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.***