BPJS Kesehatan ubah skema layanan, fokus value-based healthcare hingga tekan angka operasi caesar

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 1 Juli 2026 | 13:10 WIB
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyampaikan paparan saat kegiatan anjangsana di Kraton Majapahit Jakarta, menegaskan komitmen transformasi layanan berbasis nilai untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan program JKN, Minggu 28 Juni 2026 (Dok. Istimewa)
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyampaikan paparan saat kegiatan anjangsana di Kraton Majapahit Jakarta, menegaskan komitmen transformasi layanan berbasis nilai untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan program JKN, Minggu 28 Juni 2026 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.IDBPJS Kesehatan mulai menggeser sistem pelayanan kesehatan di Indonesia dengan menerapkan pendekatan berbasis nilai manfaat atau value-based healthcare.

Langkah ini menandai perubahan besar dari sistem sebelumnya yang lebih berfokus pada volume tindakan medis, menjadi pelayanan yang menitikberatkan pada kualitas dan kebutuhan pasien.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan untuk mengurangi manfaat peserta, melainkan memastikan layanan diberikan sesuai indikasi medis yang tepat.

Baca Juga: Viral komisaris Krakatau Semen Indonesia Ahmad Najmi Shahab, jejak kariernya disorot warganet

“Kami bukan melakukan penyesuaian manfaat, tetapi menegakkan pedoman medis yang ada. Kami ingin menggeser pelayanan dari volume-based ke value-based,” ujar Prihati dalam keterangannya, Minggu 28 Juni 2026.

Menurutnya, transformasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sekaligus memperkuat pengendalian mutu dan biaya layanan kesehatan.

Fokus pada layanan prioritas

Sebagai tahap awal, pendekatan value-based healthcare akan diterapkan pada layanan penyakit jantung.

Baca Juga: Sopir truk wing box diamankan usai tabrak belasan motor di Simpang Unisma Bekasi

Prihati menyebut, tindakan pemasangan ring jantung (stent) ke depan akan dilakukan berdasarkan indikasi medis berbasis bukti (evidence-based), bukan semata pertimbangan prosedural.

Selain itu, kebijakan serupa juga akan diperluas ke sejumlah layanan lain, seperti operasi katarak, persalinan, hingga hemodialisis.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memastikan pembiayaan kesehatan tetap efisien dan tepat sasaran.

Tekan angka operasi caesar

Salah satu fokus utama BPJS Kesehatan adalah menekan tingginya angka persalinan melalui operasi caesar di Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X