GENMILENIAL.ID – BPJS Kesehatan mulai menggeser sistem pelayanan kesehatan di Indonesia dengan menerapkan pendekatan berbasis nilai manfaat atau value-based healthcare.
Langkah ini menandai perubahan besar dari sistem sebelumnya yang lebih berfokus pada volume tindakan medis, menjadi pelayanan yang menitikberatkan pada kualitas dan kebutuhan pasien.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan untuk mengurangi manfaat peserta, melainkan memastikan layanan diberikan sesuai indikasi medis yang tepat.
Baca Juga: Viral komisaris Krakatau Semen Indonesia Ahmad Najmi Shahab, jejak kariernya disorot warganet
“Kami bukan melakukan penyesuaian manfaat, tetapi menegakkan pedoman medis yang ada. Kami ingin menggeser pelayanan dari volume-based ke value-based,” ujar Prihati dalam keterangannya, Minggu 28 Juni 2026.
Menurutnya, transformasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sekaligus memperkuat pengendalian mutu dan biaya layanan kesehatan.
Fokus pada layanan prioritas
Sebagai tahap awal, pendekatan value-based healthcare akan diterapkan pada layanan penyakit jantung.
Baca Juga: Sopir truk wing box diamankan usai tabrak belasan motor di Simpang Unisma Bekasi
Prihati menyebut, tindakan pemasangan ring jantung (stent) ke depan akan dilakukan berdasarkan indikasi medis berbasis bukti (evidence-based), bukan semata pertimbangan prosedural.
Selain itu, kebijakan serupa juga akan diperluas ke sejumlah layanan lain, seperti operasi katarak, persalinan, hingga hemodialisis.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memastikan pembiayaan kesehatan tetap efisien dan tepat sasaran.
Tekan angka operasi caesar
Salah satu fokus utama BPJS Kesehatan adalah menekan tingginya angka persalinan melalui operasi caesar di Indonesia.
Artikel Terkait
Pemerintah kaji pemutihan tunggakan BPJS kesehatan, nilai utang peserta capai Rp10 triliun
Menkeu Purbaya suntik Rp20 triliun ke BPJS kesehatan, tegaskan tak ada kenaikan iuran hingga 2026
Pemerintah siapkan pemutihan tunggakan BPJS Kesehatan akhir 2025, peserta wajib registrasi ulang
Subang daftarkan 26 ribu pekerja nonformal ke BPJS: Buruh tani hingga ojek kini punya jaminan sosial
Dari kepedulian, hadir perlindungan: RS Hamori gratiskan BPJS Ketenagakerjaan untuk 1.000 ojol dan petani di Subang
Viral curhat guru PPPK Sumedang terima gaji Rp50 ribu, dipotong BPJS tersisa Rp15 ribu
Dirut BPJS Kesehatan tegaskan bukan badan usaha pencari profit, ungkap aliran dana warga miskin dan mampu