Di sisi lain, dugaan intimidasi yang disampaikan keluarga kini masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Timor Tengah Utara (TTU).
Sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk tenaga kesehatan yang berada di lokasi saat kejadian.
Sementara itu, dua anggota DPRD TTU yang namanya disebut dalam kasus ini telah memberikan klarifikasi.
Keduanya mengakui sempat berbicara dengan nada tinggi, namun membantah melakukan intimidasi atau ancaman.
Paralel dengan proses hukum, Kementerian Kesehatan juga telah membentuk tim investigasi bersama organisasi profesi dan pemerintah daerah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan fakta secara objektif sekaligus mengevaluasi perlindungan terhadap tenaga kesehatan.
Kasus ini pun menjadi perhatian luas, sekaligus membuka diskusi penting mengenai keamanan dan perlindungan tenaga medis dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.***
Artikel Terkait
Viral dokter spesialis alumni LPDP mengabdi di Jateng, Theofilus Ardy: Tugas saya berkontribusi untuk negara
Usai kasus dr. Myta, Kemenkes ubah aturan dokter internship: Jam kerja 40 jam hingga standar baru remunerasi
Ada tim dokter khusus untuk tangani pemulihan YTR, dari bedah plastik hingga gizi
Dokter Icha meninggal dunia, diduga alami depresi usai diintimidasi anggota DPRD TTU
Dokter konsulen pastikan dokter Icha bekerja dengan tepat, ungkap alasan pasien keluarga anggota DPRD TTU tak perlu antibisa
Mengapa kasus dr. Icha menjadi sorotan nasional? Ini kronologi dugaan intimidasi hingga investigasi polisi
Ahli toksinologi ungkap detik-detik dokter Icha ditelepon berulang kali: Saya dibentak-bentak