“Selain doa bersama, kami juga menyalurkan santunan kepada 160 anak yatim. Ini adalah amanah dari para jamaah dan donatur,” katanya.
Kegiatan sosial ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai mampu menghadirkan kepedulian nyata di tengah masyarakat.
Baca Juga: Nasib motor listrik BGN: Bukan barang sitaan, Kejagung izinkan untuk didistribusikan
Harapan santunan tak hanya musiman
Kepala Desa Mulyasari H. Didin menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap santunan kepada anak yatim tidak hanya dilakukan pada momen tertentu saja, tetapi bisa menjadi kegiatan rutin.
“Kalau bisa santunan ini jangan hanya saat momen tertentu saja. Harapannya bisa dilakukan rutin setiap bulan oleh mereka yang mampu,” ujarnya.
Menurutnya, kepedulian sosial harus terus ditumbuhkan agar anak-anak yatim mendapatkan perhatian yang layak.
Pemerintah apresiasi kegiatan keagamaan dan sosial
Sementara itu, Camat Pamanukan Bambang Edi Purwanto mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh Majelis Dzikir tersebut.
Baca Juga: Buntut kasus Taufik Hidayat, Dedi Mulyadi imbau pemilik kos lebih ketat terima penyewa
Ia menilai kegiatan ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial.
“Santunan kepada anak yatim bukan sekadar berbagi materi, tapi wujud kepedulian dan tanggung jawab bersama,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum 10 Muharam sebagai ajang memperkuat rasa syukur, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Dengan kegiatan ini, diharapkan semangat gotong royong dan kebersamaan di Kabupaten Subang semakin kuat, sekaligus menjadi ikhtiar bersama dalam memohon keberkahan dan perlindungan dari berbagai bencana.***