Ia juga menyebut sempat ingin keluar dari sekolah, namun mengurungkan niat tersebut dan memilih bertahan hingga lulus.
Selama itu, ia mengaku mengalami tekanan secara mental dan menjadi lebih tertutup.
Baca Juga: Strategi wealth global DBS berbuah manis, DBS Treasures catat lonjakan NPAT 289 persen YoY
Sekolah minta maaf, siap lakukan investigasi
Menanggapi viralnya unggahan tersebut, pihak SMAN 2 Bantul akhirnya buka suara. Dalam pernyataan resminya, sekolah menyampaikan permohonan maaf kepada penyintas, keluarga, serta masyarakat.
“SMAN 2 Bantul berkomitmen penuh untuk bersikap terbuka dan kooperatif jika di kemudian hari ada proses investigasi ataupun evaluasi,” tulis pihak sekolah dalam keterangannya, Sabtu, 20 Juni 2026.
Sekolah juga menegaskan siap bertanggung jawab apabila terbukti ada pelanggaran yang dilakukan oleh oknum pengajar.
Selain itu, pihak sekolah membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan maupun informasi tambahan terkait dugaan perundungan tersebut.***