GENMILENIAL.ID – Kasus dugaan penipuan dana jemaah umrah oleh Hanania Travel masih terus menjadi perhatian publik.
Direktur Utama PT Khazanah Tamma International, Ahmad Syah Farhan, telah ditetapkan sebagai tersangka setelah dua laporan kolektif resmi masuk ke pihak kepolisian.
Laporan pertama diajukan oleh pelapor berinisial JSP dengan jumlah korban mencapai 128 orang dan total kerugian sebesar Rp12,14 miliar.
Sementara laporan kedua berasal dari pelapor NN dengan dua korban dan kerugian sebesar Rp78,8 juta.
Baca Juga: Sopir taksol viral ngamuk di Tol JORR diciduk polisi, buntut rusak spion mobil pakai kunci roda
Di tengah mencuatnya kasus ini, pengakuan dari mantan rekan bisnis Farhan, Alfachmi Sentosa, ikut menambah sorotan.
Melalui unggahan di Threads akun @alfachmi, ia mengungkap kisah di balik awal berdirinya bisnis hingga dugaan pengambilalihan ide secara sepihak.
Awal kerja sama dan modal ratusan juta
Alfachmi menyebut kerja sama dengan Farhan dimulai pada tahun 2020.
Saat itu, keduanya sepakat membangun bisnis travel umrah dengan konsep 'travel milenial' yang diberi nama RAWAHEL.
Baca Juga: 4 Fakta ledakan diduga bom sisa PD II di Biak Papua, 5 orang tewas dan 3 hilang
Demi mewujudkan rencana tersebut, Alfachmi mengaku mengambil langkah besar dengan menjual mobil pribadinya.
“Saya menjual mobil BMW yang baru satu bulan saya beli, dan seluruh hasilnya saya serahkan untuk modal awal,” tulisnya.
Dana sekitar Rp300 juta kemudian digunakan untuk menyewa ruko tiga lantai di Depok sebagai kantor pusat, sekaligus mendirikan PT Khazanah Tamma International sebagai badan hukum perusahaan.