Dugaan pencurian ide kedua
Alfachmi juga mengaku sempat merancang bisnis travel umrah miliknya sendiri dan beberapa kali berdiskusi dengan Farhan mengenai konsep yang akan dijalankan.
Namun, setelah ia mundur, Hanania Travel justru meluncurkan brand baru bernama RAWAHEL—nama yang sebelumnya telah mereka rancang bersama.
Konsep yang digunakan pun disebut identik dengan ide yang ia susun sebelumnya.
Baca Juga: Cerita jemaah umrah Hanania Travel, diminta pelunasan seminggu setelah bayar DP: Kayak dikejar utang
“Sakitnya, konsep yang saya siapkan digunakan hampir 100 persen tanpa izin,” ungkapnya.
Jerat hukum dan sorotan publik
Dalam kasus ini, Farhan dijerat dengan sejumlah pasal, termasuk dugaan penipuan, penggelapan, serta tindak pidana pencucian uang sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Kasus Hanania Travel tidak hanya menyoroti kerugian besar yang dialami jemaah, tetapi juga membuka dugaan konflik internal bisnis yang memperkeruh situasi.
Pengakuan dari mantan partner ini pun semakin memperpanjang polemik yang kini menjadi perhatian luas masyarakat.***
Artikel Terkait
Mobil travel masuk jurang di Majalengka, 20 penumpang jadi korban, 6 orang meninggal
Viral travel ugal-ugalan di Tol Purbaleunyi, sopir minta maaf dan ditilang polisi
Pengantin korban penipuan WO Marwah di Bekasi lapor polisi, sebut kerugian capai Rp85,5 juta
Viral dugaan penipuan riset di konferensi internasional, bagaimana bisa lolos seleksi?
Rifaldy Fajar buka suara soal viralnya dugaan penipuan riset, akui catut nama sejumlah kampus tanpa izin: Kami mohon maaf
Kasus Hanania Travel: Penipuan umrah Rp12 miliar, gagal berangkatkan ratusan jemaah sesuai jadwal
Cerita jemaah umrah Hanania Travel, diminta pelunasan seminggu setelah bayar DP: Kayak dikejar utang