news

Respons menohok BPIP usai viral polemik Paskibraka yang diduga alami diskriminasi hingga gagal seleksi ke nasional

Kamis, 28 Mei 2026 | 16:42 WIB
Menyoroti penuturan BPIP Pusat usai viral dugaan kasus diskriminasi yang dialami siswi asal Makassar dalam seleksi Paskibraka Sulsel 2026 (TikTok.com/@friska_32 - Dok Pemprov Sulsel)

GENMILENIAL.ID - Polemik seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) 2026 masih menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Sorotan publik tertuju pada kasus yang menimpa Cathlyn Yvaine Lesmana, siswi SMAS Cerdas Bangsa Makassar yang gagal melaju ke tingkat nasional.

Sebelumnya, posisi Cathlyn sebagai perwakilan Sulsel disebut digantikan oleh peserta lain.

Hal ini memicu berbagai spekulasi, termasuk dugaan adanya diskriminasi lantaran latar belakang asal daerah hingga munculnya isu 'peserta titipan'.

Baca Juga: Jejak panjang skandal proyek DJKA, dari OTT KPK di 2023 hingga eks direktur Kemenhub terjerat dugaan gratifikasi

Isu tersebut berkembang luas di media sosial dan memancing reaksi dari berbagai pihak.

Tak sedikit netizen yang mempertanyakan transparansi dan objektivitas proses seleksi Paskibraka di tingkat provinsi.

Menanggapi polemik yang terus bergulir, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi.

BPIP tepis dugaan diskriminasi

Direktur Penyelenggara Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi, menegaskan bahwa proses seleksi telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku secara nasional.

Baca Juga: Diduga cabuli lebih dari 25 santriwati, pengasuh ponpes di Pekalongan sempat didatangi 'Yakuza Mangenes' hingga diperiksa polisi

“Pada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku,” ujar Fuad dalam keterangan resminya, Kamis, 28 Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa proses seleksi tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah hingga tim seleksi pusat.

Hal ini dilakukan untuk memastikan proses berjalan profesional dan objektif.

Halaman:

Tags

Terkini