Cathlyn Yvaine Lesmana Paskibraka yang alami dugaan diskriminasi, ternyata siswa berprestasi di bidang modeling

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Kamis, 28 Mei 2026 | 13:06 WIB
Menyoroti dugaan kasus diskriminasi yang dialami siswi asal Makassar Cathlyn Yvaine Lesmana dalam seleksi Paskibraka Sulsel 2026 (TikTok.com/@friska_32)
Menyoroti dugaan kasus diskriminasi yang dialami siswi asal Makassar Cathlyn Yvaine Lesmana dalam seleksi Paskibraka Sulsel 2026 (TikTok.com/@friska_32)

GENMILENIAL.ID - Polemik seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) 2026 menjadi sorotan publik.

Nama Cathlyn Yvaine Lesmana mendadak viral di media sosial setelah diduga mengalami perlakuan tidak adil dalam proses seleksi menuju tingkat nasional.

Kasus ini mencuat setelah sebuah unggahan dari akun TikTok @friska_32 menjadi perbincangan luas.

Dalam video tersebut disebutkan bahwa Cathlyn, siswi asal Makassar, gagal melaju ke tingkat nasional meski memperoleh nilai tinggi dalam seleksi.

Baca Juga: Oknum pimpinan ponpes di Buaran Pekalongan diduga cabuli santriwati, ditangkap saat Idul Adha

“Kasihan ya, peserta Top 3-nya, terus apa gunanya ranking kalau akhirnya yang dipilih bukan unggulan,” tulis akun tersebut dalam keterangannya.

Unggahan itu kemudian memicu berbagai reaksi dari netizen. Banyak yang mempertanyakan transparansi seleksi hingga muncul dugaan adanya praktik diskriminasi dan rasisme, bahkan narasi 'peserta titipan' ikut mencuat di tengah perdebatan publik.

Dugaan diskriminasi dalam seleksi

Kontroversi semakin melebar setelah diketahui bahwa posisi Cathlyn digantikan oleh peserta lain dari Kabupaten Jeneponto.

Baca Juga: Momen KRL Duri-Tangerang didorong kereta lain, viral usai mogok di tengah perjalanan

Hal ini memicu tanda tanya besar, mengingat dirinya disebut masuk dalam jajaran peserta dengan nilai terbaik.

Sejumlah pihak pun ikut bersuara. Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Makassar serta Purna Paskibraka Indonesia (PPI) menyampaikan kritik keras terhadap proses seleksi yang dinilai tidak transparan.

Sorotan publik kini tidak hanya tertuju pada hasil seleksi, tetapi juga pada mekanisme penilaian dan potensi adanya perlakuan tidak adil terhadap peserta.

Baca Juga: Viral sapi kurban masuk hajatan warga di Purwokerto, acak kursi hingga naik ke pelaminan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X