Baca Juga: Lagi-lagi tambang ilegal di Subang, excavator di Patokbeusi dipolice line
“Ketika di Istanbul, baru bisa, itu pun cuma sekali karena saya nggak pegang handphone,” jelasnya.
Perjuangan yang bikin bangga
Pengalaman yang dialami Ronggo selama ditahan tidaklah mudah. Ia mengungkapkan sempat mengalami tekanan fisik dan mental, termasuk dipaksa berjalan merangkak dan tidur di lantai yang basah.
Di tengah kondisi tersebut, ia terus memikirkan keluarganya di rumah, terutama sang anak yang menunggu kabar kepulangannya. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangatnya dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Kini, setelah kembali dengan selamat, Ronggo merasa bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dari perjuangan untuk menyuarakan kemerdekaan Palestina.
Baca Juga: Viral respons MC Kalteng Expo 2026 saat warga keluhkan jalan rusak, tuai sorotan warganet
Ia pun meyakini bahwa perjuangannya tersebut juga menjadi kebanggaan bagi sang anak.
“Hanan juga pasti bangga,” ujarnya.
Momen kepulangan ini tak hanya menjadi kebahagiaan bagi keluarga, tetapi juga menyentuh hati publik yang mengikuti perjalanan para relawan GSF dalam misi kemanusiaan tersebut.***