“Karyawan tetap yang menjadi tim di event wedding tidak mendapatkan bonus tambahan seperti transport dan makan. Mereka hanya menerima gaji bulanan yang sering dirapel,” ungkapnya.
Pengakuan lain juga menyoroti gaya hidup owner WO Marwah yang disebut tetap melakukan perjalanan umroh hingga liburan ke Labuan Bajo, di tengah keterlambatan pembayaran gaji karyawan.
Baca Juga: Tambang ilegal Subang disikat! Polisi segel lokasi dan kejar jaringan PETI
“Gaji yang harusnya jadi hak karyawan beberapa bulan nggak diturunin, tapi ownernya bisa bolak-balik umroh dan liburan,” tulisnya.
Eks karyawan mengaku diancam UU ITE
Sementara itu, akun Threads lainnya, @camllaily, mengaku bahwa mantan karyawan mendapat tekanan saat berupaya menagih hak mereka.
“Eks karyawan ditekan dengan UU ITE dan mentalnya kena, padahal hanya menagih gaji yang belum dibayarkan selama kurang lebih empat bulan,” tulisnya pada Senin, 25 Mei 2026.
Ia juga menyebut bahwa ancaman tersebut membuat para karyawan enggan mempublikasikan masalah yang terjadi di internal perusahaan.
Baca Juga: Viral jalan Jogja-Wonosari diselimuti debu putih, truk tronton muatan mill terguling di Bantul
Pengakuan serupa datang dari akun lain yang menyebut banyak karyawan, termasuk sopir, belum menerima gaji. Bahkan, keluhan dari klien terkait deposit dan kompensasi yang belum dikembalikan juga turut mencuat.
Korban mulai tempuh jalur hukum
Seiring berkembangnya kasus ini, sejumlah korban dilaporkan telah mendatangi gudang dan kediaman owner WO Marwah yang disebut sudah tidak berpenghuni.
Mereka juga berupaya menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib.
Kasus ini kini menjadi perhatian luas di media sosial, dengan berbagai pihak berharap adanya penyelesaian yang adil bagi para korban, baik dari kalangan klien maupun karyawan.***