Jumlah korban dalam kasus ini diduga cukup banyak. Berdasarkan unggahan akun Threads @maharcb, terdapat lebih dari 30 calon pengantin yang menjadi korban dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.
Baca Juga: Basah kuyup tapi tetap gass! Euforia bobotoh Subang sambut hattrick Persib
“Kami semua calon korban sementara sudah 30+ catin dengan perkiraan kerugian Rp1,9 miliar,” tulisnya.
Angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring munculnya korban lain yang belum melapor.
Laporan polisi ditolak, korban kecewa
Sejumlah korban mengaku telah mencoba melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Namun, laporan tersebut disebut ditolak dengan alasan sebagian besar peristiwa belum terjadi karena tanggal pernikahan belum tiba.
“Laporan ditolak dengan alasan belum kejadian, belum terjadi pas tanggal nikah. Jelas-jelas bukti semua lengkap,” ungkap @a.cheerfulgirl.
Ia menambahkan bahwa para korban telah menyertakan berbagai bukti seperti transfer pembayaran, kwitansi, hingga nota kesepakatan (MoU). Namun, hal itu belum cukup untuk membuat laporan diterima.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh akun Threads @kynizaa yang menyebut bahwa laporan di Polres Jakarta Timur tidak diterima dengan alasan yang sama.
“Kita para korban hari ini datang ke Polres dan laporan kita semua ditolak karena katanya kita belum jadi korban,” tulisnya.
Awal kasus WO Marwah viral
Kasus ini pertama kali viral setelah beredar video kondisi gedung pernikahan yang kosong tanpa dekorasi dan catering saat hari H pernikahan Feny dan Aldy.
Baca Juga: Terungkap kasus kekerasan seksual ayah tiri di Surabaya, dua anak jadi korban
Dalam kejadian tersebut, diketahui bahwa pihak WO belum melakukan pembayaran ke gedung maupun vendor lainnya.