news

Pilu WNI yang jadi korban penculikan tentara Israel di kapal GSF: Ditendang-disetrum, kalau batuk masih terasa sakit

Jumat, 22 Mei 2026 | 18:36 WIB
Menyoroti pengakuan para WNI yang menjadi relawan GSF saat insiden penangkapan oleh pasukan militer Israel di perairan internasional (Instagram.com/@chikifawzi)

Awalnya bersikap baik, berujung kekerasan

Kesaksian serupa juga disampaikan jurnalis Tempo TV, Andre Prasetyo Nugroho. Ia mengaku mengalami penganiayaan saat berada dalam penguasaan tentara Israel.

Baca Juga: Kolaborasi hexahelix di Pati, sistem ekraf terintegrasi dorong daya saing UMKM

Andre menceritakan bahwa awalnya pasukan Israel terlihat bersikap baik saat mengintersepsi kapal GSF di laut.

Namun, situasi berubah drastis ketika para relawan dipindahkan ke kapal militer.

“Everything is okay, it’s fine. Begitu masuk ke kapal gedenya, Bak, Buk! dianggap teroris,” ujarnya menirukan suasana saat itu.

Ia juga melihat salah satu relawan lain dalam kondisi lemah akibat kekerasan yang diterima.

Baca Juga: Beredar isu kebocoran 890.000 akses hingga 4,9 juta data nasabah di mobile banking, BCA beri penjelasan

Kekerasan disebut lebih parah di Ashdod

Andre menilai perlakuan paling brutal justru terjadi setelah para relawan tiba di Pelabuhan Ashdod.

Menurutnya, ia dipaksa menunduk dengan tangan terikat sangat kencang hingga mengganggu peredaran darah.

“Kepala saya saya tahan pakai jidat. Tangan diikat terlalu kencang sampai peredaran darah tidak jalan,” jelasnya.

Ia bahkan mengaku hampir pingsan akibat kondisi tersebut.

Baca Juga: Ironi layanan kesehatan di RSUD Subang, warga miskin dibebani syarat administrasi panjang

9 WNI terlibat dalam misi kemanusiaan

Halaman:

Tags

Terkini