Kritik pengelolaan sampah dan program daerah
Dalam aksi tersebut, massa juga menyinggung persoalan pengelolaan sampah di Indramayu yang dinilai belum optimal.
Rakhmat menilai kebijakan pemerintah daerah tidak selaras dengan kondisi riil di lapangan.
Ia juga menyoroti laporan kinerja pemerintah daerah yang dinilai tidak sesuai dengan kenyataan yang dirasakan masyarakat.
“Program yang diklaim sukses di atas kertas seringkali berbanding terbalik dengan apa yang dialami warga di bawah,” jelasnya.
Puluhan ular jenis kisik dilepaskan di lokasi
Di tengah aksi, puluhan ular yang dilepaskan diketahui merupakan jenis ular kisik (Xenochrophis vittatus) serta ular sawah (Hypsiscopus plumbea) yang tergolong tidak berbisa.
Baca Juga: Tambang ilegal hambat Tol Patimban, Kang Rey desak payung hukum tegas untuk PSN Subang
Meski demikian, aksi tersebut sempat membuat situasi tegang dan memicu respons aparat di lokasi.
Pihak kepolisian kemudian bergerak cepat melakukan pengamanan serta mengendalikan situasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, memastikan seluruh ular yang dilepaskan berhasil diamankan oleh petugas gabungan.
“Alhamdulillah, unjuk rasa berjalan kondusif hingga selesai,” ujar Tarno.
“Puluhan ular yang dilemparkan sudah langsung ditangkap dan diamankan oleh petugas,” tandasnya.