news

Hotman Paris desak polisi tahan oknum kiai cabuli puluhan santriwati di Pati, singgung rasa keadilan korban

Rabu, 6 Mei 2026 | 17:27 WIB
Hotman Paris (kiri) mendesak Kepolisian segera menangkap Ashari (kanan) tersangka pelecehan seksual 50 santriwati Ponpes Ndholo Kusumo, Pati (Instagram/hotmanparisofficial - pandawaragroup)

GENMILENIAL.ID – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea turut menyoroti kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah puluhan santriwati diduga menjadi korban tindakan bejat oknum kiai berinisial Ashari (58 tahun).

Berdasarkan informasi yang beredar, jumlah korban diperkirakan mencapai 30 hingga 50 santriwati, mayoritas masih di bawah umur.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Ashari dikabarkan belum dilakukan penahanan oleh pihak kepolisian.

Baca Juga: Kuota haji Subang 2026 berkurang, ratusan calon jemaah tertunda meski sudah siap berangkat

Sorotan ini turut disampaikan Hotman Paris melalui unggahan di akun Instagram @hotmanparisofficial, yang menjadi sumber unggahan dalam pemberitaan ini.

Hotman Paris minta polisi segera tahan tersangka

Dalam video yang diunggahnya, Hotman Paris mendesak aparat kepolisian untuk segera bertindak tegas dengan melakukan penahanan terhadap tersangka.

“Halo Bapak Kapolda, Bapak Kapolres, apa-apaan itu tentang oknum kiai yang diduga telah melecehkan puluhan santri, kenapa harus menunggu untuk ditahan? Seluruh rakyat menunggu Polisi bergerak,” ujar Hotman Paris, dikutip Rabu, 6 Mei 2026 dari Instagram @hotmanparisofficial.

Baca Juga: Sopir Pajero penabrak pedagang buah di Jaktim ditangkap, polisi soroti sikap tak bertanggung jawab pelaku

“Jangan sampai rakyat ini makin marah, sudah terlalu banyak wanita yang jadi korban. Katanya sampai wanita yang yatim piatu. Jemput dia, tahan malam ini juga,” tegasnya.

Ia menilai, langkah penahanan penting dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan keadilan bagi korban.

“Terkait pesantren di Pati, jemput malam ini, tahan. Biar rasa keadilan sedikit saja terpulihkan,” lanjutnya.

Selain itu, Hotman Paris juga menyampaikan bahwa dirinya akan menerima kedatangan sejumlah orang tua korban untuk berdiskusi terkait kasus tersebut di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis, 7 Mei 2026.

Halaman:

Tags

Terkini