Ia juga menyinggung berbagai tantangan global yang harus dihadapi secara bersama, seperti ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi.
Baca Juga: Sidang umum CAJ di Kuala Lumpur tegaskan solidaritas jurnalis ASEAN di tengah tantangan digital
Efisiensi anggaran jadi sorotan
Selain sinkronisasi, Kang Akur juga menyoroti pentingnya efisiensi anggaran di lingkungan pemerintah daerah.
Ia mengingatkan agar kegiatan pemerintahan tidak bersifat seremonial semata dan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
Pemerintah daerah diminta untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada serta menghindari pemborosan anggaran yang tidak berdampak langsung pada pelayanan publik.
Dorongan peran aktif daerah
Kang Akur menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh hanya menjadi pelaksana kebijakan, tetapi harus aktif dalam merancang kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
Baca Juga: PRT tewas jatuh dari lantai 4 di Benhil, keluarga soroti kejanggalan dan desak usut tuntas
Menurutnya, hal ini penting untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan di seluruh wilayah.
“Tantangan pembangunan tidak mudah, tetapi dengan sinergi antara pusat dan daerah, kita bisa menghadapinya,” tegasnya.
Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini sekaligus menjadi refleksi bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.***