Ia menekankan pentingnya melibatkan kelompok masyarakat seperti petani, peternak, dan pelaku usaha lokal agar koperasi dapat menjadi penggerak ekonomi daerah.
“Jadi mohon dibangkitkan, jangan sampai kelompok-kelompok ini tidak menerima hasil manfaatnya dari Koperasi Merah Putih,” katanya.
Menurutnya, komunikasi antara pengurus koperasi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat menjadi kunci agar koperasi dapat berkembang dan memberikan dampak ekonomi.
Baca Juga: Santri 15 tahun ditemukan meninggal di kamar Ponpes Sukabumi, polisi selidiki penyebabnya
Warga harap akses lebih terbuka
Ketua RW 14 Kelurahan Karanganyar, Susanto, menyampaikan harapan agar masyarakat mendapatkan akses lebih jelas terhadap program Koperasi Merah Putih.
“Tadi saya minta arahan ke bu dewan tentang Koperasi Merah Putih, bagaimana keterlibatan masyarakat ketika koperasi merah putih itu berdiri,” ujarnya.
Ia juga menyoroti minimnya informasi yang diterima masyarakat terkait operasional koperasi tersebut.
“Kita belum mendapatkan informasi itu kepada masyarakat, hanya dapat informasi di luar saja sedang dibangun gedung Koperasi Merah Putih,” katanya.
Baca Juga: Rumah di Pati dirobohkan pakai alat berat, diduga dipicu konflik cerai dan lamaran baru
Selain itu, ia kembali menegaskan kebutuhan warga terhadap perbaikan infrastruktur, terutama drainase dan jalan, mengingat wilayahnya berada di jalur strategis jalan provinsi dan kabupaten.
Di sisi lain, pelaku UMKM di wilayahnya juga membutuhkan dukungan modal dan sarana usaha agar dapat berkembang lebih baik.
“Yang diperlukan bantuan modal dan sarana buat pedagang agar lebih baik, itu yang menjadi aspirasi dari masyarakat kami,” ujarnya.
Kegiatan reses ini menjadi momentum penting dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur serta penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Subang.***